Hallobogor.com, Caringin – Tidak sedikit status tanah Sekolah Dasar di Kabupaten Bogor yang bermasalah. Di beberapa wilayah, kepemilikan lahan SD banyak yang tidak jelas sehingga banyak digugat oleh warga. Hal ini seperti yang menimpa SDN Ciherang Pondok di Kampung Limusnunggal, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Adalah Owi Kodir, warga Kampung Babakan RT 02/04 Desa Ciherang Pondok, yang menggugat lahan yang ditempati SDN Ciherang Pondok. Ia mengatakan, lahan yang sudah puluhan tahun ditempati SDN Ciherang Pondok milik dari keluarganya yang bernama Nini Enot istri dari Kakek Mustain.

Menurutnya, untuk ahli waris lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi itu bukan hanya dirinya saja. Akan tetapi, ada beberapa keluarganya juga yang menjadi ahli waris.

“Saya ingin ada penyelesaian dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, untuk masalah lahan sekolah tersebut,” ujarnya saat mendatangi kantor Desa Ciherang Pondok.

Owi mengakui, pihak keluarga ahli waris tidak memiliki bukti apapun. Hanya saja, bisa dibuktikan dengan banyaknya saksi yang mengetahui jika lahan itu milik keluarganya.

Menurut Owi, lahan tersebut ditempati SDN Ciherang Pondok pada saat kepala desa terdahulu. Dan saat itu, tidak ada transaksi jual beli lahan, melainkan pinjam pakai.

“Boleh di cek, pihak sekolah atau pemerintah punya bukti apa. Yang saya tahu hanya secarik kertas surat keterangan saja dari Kepala Desa yang lama,” papar Owi.

Ia meminta, Pemkab Bogor melakukan ganti rugi atau membebaskan lahan itu, sehingga tidak ada yang dirugikan. 

“Tadinya saya tidak tega menggugat, karena lahan itu dijadikan fasilitas sosial. Tapi mau bagaimana lagi, nanti ataupun sekarang, toh pihak sekolah tidak bisa memproses lahan itu untuk disertifikatkan, karena masih milik keluarga,” paparnya.

Kepala Desa (Kades) Ciherang Pondok, Aldi Wiharsa membenarkan adanya warga yang menggugat lahan SDN Ciherang Pondok. Bahkan, tidak hanya satu orang saja yang datang ke desa untuk meminta bantuan menyelesaikan permasalahan lahan tersebut dan mengakui sebagai ahli waris.

“Kalau saya sih sebagai kepala desa hanya bisa memfasilitasi agar permasalahan itu segera diselesaikan kedua belah pihak, baik warga maupun Pemkab Bogor,” jelasnya.

Aldi pun mengakui, pihaknya sudah menelusuri status lahan yang sekarang sedang digugat dengan meminta keterangan dari sejumlah tokoh di wilayah tersebut.

“Banyak sih yang mengatakan, kalau lahan itu memang milik keluarga yang menggugat. Tapi saya serahkan semua kepada pemerintah,” imbuhnya.

Sementara, Kepala SDN Ciherang Pondok, Romilah menyatakan, pihak sekolah hanya memiliki secarik surat keterangan dari pihak desa saat Kepala Desa Ciherang Pondok dipimpin Udin Saepudin. 

Didalam surat keterangan nomor 33/2008/XII/92, menyebutkan bahwa lahan tersebut berasal dari swadaya. “Ya hanya surat keterangan saja yang ada di sekolah ini,” akunya.

Adapun langkah yang sudah ditempuh pihak sekolah dengan munculnya gugatan lahan, kepala sekolah sudah melaporkan ke pihak kecamatan dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

“Saya tahu saat mau meminta surat keterangan tidak sengketa untuk proses pembuatan sertifikat, tapi kades menolak menandatangani. Setelah itu juga saya diminta datang ke desa dan bertemu dengan beberapa warga yang mengklaim ahli waris,” tukasnya. (cep)