Hallobogor.com, Bogor – Peristiwa ini dialami Gunawan (37), warga Kelurahan Sindangrasa RT 04/04, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, dititipi seorang bayi pada 31 Desember 2017 lalu. 

Kala itu, sekira pukul 23.00 Wib, Gunawan sedang nongkrong di dekat Restoran Teras Air, Kampung Muara RT 01/01 Kelurahan Sindangrasa, yang berjarak tak jauh dari rumahnya. Secara tiba-tiba ia kedatangan seorang perempuan yang tak dikenalnya sambil menggendong seorang bayi.

“Saat itu si perempuan meminta tolong menitipkan bayi kepada saya. Katanya cuma sebentar. Ya saya mau saja, kasihan juga, sepertinya si perempuan itu terburu-buru. Kalau saya perhatikan waktu itu usia bayinya kira-kira masih lima harian lah,” kata Gunawan, Kamis malam 1 Maret 2018.



Ditunggu hingga setengah jam lamanya, kata Gunawan, si perempuan tersebut tak juga kembali. Gunawan pun mulai berupaya mencari keberadaan si perempuan dengan bertanya kepada orang-orang yang ada di sekitarnya.

Gunawan pun mulai curiga. “Mungkin mau dibuang ke tempat sampah kali, kata teman-teman saya waktu itu. Sebab, saat itu saya nongkrong memang tak jauh dari tempat pembuangan sampah,” ungkapnya.

Hingga berjam-jam lamanya Gunawan pun mulai dilanda kegundahan. “Terus terang saja saya bingung waktu itu. Karena berjam-jam si perempuan itu tidak muncul juga, saya akhirnya bawa pulang ke rumah bayi itu. Jadi saja heboh waktu itu di tempat saya,” katanya.

Karena Gunawan dan keluarganya merasa tak sanggup mengurusi si bayi malang itu, Gunawan pun melaporkan soal bayi itu ke Kantor Kelurahan Sindangrasa pada tanggal 02 Januari 2018. Kemudian pada hari itu juga dilaporkan ke Polsek Bogor Timur.

Meski telah dilaporkan ke Mapolsek Bogor Timur, tidak ada satu pun pihak yang datang untuk mengambil si bayi. Sehingga, bayi tersebut diserahkan ke Dinsos Kota Bogor.

Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Dinsos Kota Bogor, Siti Nursarah, Kamis petang 1 Maret 2018, mengatakan, bayi yang sebelumnya dititipkan oleh seorang perempuan tak dikenal itu kini sudah berusia dua bulan. “Bayinya ada dalam penanganan kami,” ucapnya.

Sementara ini, kata Siti Nursarah, Dinsos sedang mengurus segala keperluan administrasinya, dari surat keterangan lahir hingga akta kelahiran juga BPJS. 

“Nantinya bayi ini akan kami kirim ke salah satu panti asuhan untuk dirawat. Kondisi bayi tersebut sekarang ini dalam keadaan sehat wa afiat,” ujarnya.

“Jika telah dilaporkan dan diumumkan melalui media tidak ada juga yang mengakui bayi tersebut, berarti anak ini dianggap sebagai anak negara,” tegasnya. (dns)