Hallobogor.com, Bogor – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa meluncurkan layanan elektonik Warung Gotong Royong (e-Warong) untuk Kelompok Usaha Bersama – Program Keluarga Harapan (KUBE – PKH) di Kelurahan Sempur, Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa (23/08/2016).

Peluncuran layanan e-Warong atas kerjasama Kementerian Sosial dengan Bank Negara Indonesia (BNI) di Kota Bogor merupakan kota yang ke-12 di Indonesia. Layanan kartu e-Warong ini diharapkan menjadi solusi untuk penyaluran bantuan sosial dan subsidi dengan penyedian kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi peserta PKH. 

“Nanti bulan September pencairan ke tiga, ambilnya di anjungan tunai mandiri (ATM) BNI, BRI, BTM dan Mandiri dengan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebagai penganti kartu PKH,” kata Khofifah di acara peluncuran layanan e-Warong yang dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Sosial, pimpinan Muspida Kota Bogor, pejabat tinggi di lingkup Pemkot Bogor dan keluarga besar BNI serta peserta KUBE-PKH, seperti dikutip Halloapakabar.com.



Di Kota Bogor sendiri, kata Khofifah, akan didirikan sebanyak 39 e-Warong dengan rincian 1.000 rumah tangga sasaran penerima mamfaat (RTSPM) dilayani satu e-Warong. Adapun 4 item kebutuhan pokok yang merupakan pasokan dari Bulog disediakan e-Warong mulai dari beras, gula pasir, tepung goreng dan minyak kelapa.

“Secara nasional ditargetkan sampai Desember tahun ini sebanyak 300 e-Warong untuk melayani 15,5 juta RTSPM, sementara target di tahun 2017 sebanyak 3.000 e-Warong. Hasil pemetaan baru terkoneksi 63 persen, sisanya menyaluran bantuan sosial dan subsidi secara tunai,” imbuhnya.

Dia juga mengatakan, KKS di Sidoharjo dan Surabaya sudah bisa melayani kebutuhan lain seperti gas elpiji 3 Kg dan pupuk bersubsidi. Sehinga kedepannya secara bertahap akan dilakukan koordinasi dengan kementerian yang mempunyai program bantuan sosial dan pihaknya menyiapkan data agar semua terkoneksi dengan ke empat Bank negara ini.

Sementara Walikota Bogor, Bima Arya melaporkan Pemkot Bogor mempunyai enam program skala prioritas pembangunan Kota Bogor tahun 2014-2019, salah satu diantaranya, program pengentasan kemiskinan. Dari data, lanjutnya, jumlah keluarga sangat miskin di Kota Bogor tercatat 14.377 pada tahun 2008. Sementara hingga Agustus 2016 tercatat di angka 8.722 dengan jumlah penduduk Kota Bogor mencapai 1 juta jiwa.

“Kami percaya kunci pengentasan kemiskinan adalah kolaborasi, tidak mungkin hanya pemerintah sendiri, maka tentunya kami berterima kasih Kota Bogor dipilih semacam pilot project bersama kota lain sebagai tempat program e-Warong. Kolaborasi teknologi berperan untuk pengentasan kemiskinan,” tandasnya.

Seiring peluncuran layanan e-Warong, Mensos melalui Walikota Bogor menyerahkan bantuan sosial KUBE sebesar Rp560 juta untuk 280 kepala keluarga serta bantuan rehabilitasi sosial RTLH dan sarana lingkungan sebesar Rp485 juta. (ndy/hrs).