Hallobogor.com, Bogor – Karinding Celempungan merupakan salah satu alat musik tradisional masyarakat Sunda yang tidak semua masyarakat Indonesia tahu. Di pelosok perkampungan ini musik Karinding dimainkan dan masih bisa didengar dengan merdu. 

Sekelompok anak remaja zaman now di Kampung Nanggerang RW 06 Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, cukup piawai memainkan alat musik tiup ini. Karinding dimainkan mereka saat menyambut kehadiran Calon Wali Kota Bogor nomor urut satu Achmad Ruyat dalam rangka kunjungan sapa warga, Senin (12/03/18). 

Cawalkot Bogor Achmad Ruyat yang hadir di tengah mereka, ikut berbaur dan menyambut baik. Ruyat mengaku bangga, di mana zaman dewasa ini masih ada yang peduli dan menjaga kelestarian budaya tradisional. Terlebih mereka anak muda yang sudah jarang ditemukan di tiap daerah. 

Achmad Ruyat yang berpasangan dengan Zaenul Mutaqien di Pilwalkot dalam kesempatan tersebut turut menyayikan lagu tradisional sunda yang hits di zamannya berjudul “Tongtolang Nangka”. Menurut Ru’yat, lagu tersebut mengingatkan dirinya sewaktu duduk di bangku sekolah dasar (SD). 

Usai Ruyat berpartisipasi menyumbangkan suara emasnya, sekelompok remaja group Karinding Nanggerang membawakan lagu wajib RZ, ‘Bogor Kahiji’, namun berbeda dengan lagu mars RZ yang sudah diciptakan sebelumnya. Uniknya, lagi RZ mereka ubah dengan versi dan lirik berbeda. 

Di tempat yang sama, Achmad Ru’yat didampingi tim relawan dan sahabat  RZ, menyapa warga Kampung Nanggerang RW 06, meninjau lokasi ternak kambing dan sapi milik H. Ujang yang juga tokoh masyarakat setempat, serta menjengguk warga yang menderita sakit strok selama 9 tahun.

Ru’yat lantas menemui ibu-ibu pengajian pimpinan Hj Uum di salah satu kediaman rumah warga. Bersama ibu pengajian, Ru’yat meminta semua membaca doa surat Al Waqiah. 

“Surat Al Waqiah sendiri merupakan surat ke-56 yang ada di dalam jus ke-27. Dalam Surat Al Waqiah ini terdapat ayat sebanyak 96 yang bunyinya “Barang siapa yang membaca surat Al Waqiah setiap harinya maka ia tidak akan ditimpakan kefakiran. Dan dimudahkan rezeki yang tidak terduga-duga”, “ucap Ru’yat. 

Masih di wilayah itu, Cawalkot yang diusung PKS, PPP, dan Gerindra ini melanjutkan blusukan ke pelosok terpencil yang jarang penduduknya. Diantar oleh warga setempat untuk melihat sebuah mushola kecil yang tidak memiliki MCK sejak didirikan beberapa tahun yang lalu. 

“Ini Pak musholanya, dari dulu berdiri sampai hari ini belum memiliki MCK. Kami warga di sini kalau mau ambil wudhu harus di rumah,” ungkap Didi. 

“Insha Allah kalau ada takdir dan diberi amanah memimpin kota Bogor ke depan, saya akan balik lagi ke mushola ini,” timpal Ruyat. 

Usai meninjau Mushola, Ruyat menemui H Tatang, salah satu tokoh masyarakat yang berusia kurang lebih 100 tahun. “Usia saya seratusan (seratus). Saya lahir dari zaman belanda. Insha allah didoakan biar jadi pemimpin,” ungkapnya. (dns)