Hallobogor.com, Bogor – Calon Bupati Bogor nomor urut 3 Ade Ruhandi alias Jaro Ade makin menancapkan kekuatannya di zona 3 selatan Kabupaten Bogor. Pada Minggu (25/3/2018), Jaro Ade berkampanye di beberapa titik di wilayah Desa Sentul Kecamatan Babakan Madang dan tiga titik di Kecamatan Tamansari.

Di Kecamatan Tamansari, Jaro Ade bersilaturahim ke kediaman Ustadz Didin Mubyidin di Desa Sukamantri RT 4/7, kemudian ke Desa Sukaresmi, dan terakhir ke Desa Sukajadi.

Pantauan di kediaman Ustadz Didin Mubyidin, Desa Sukamantri, kedatangan Jaro Ade sudah lama dinanti warga dan disambut Relawan Jaro Ade (RAJA), Sahabat Jaro Ade (SAHAJA), Ormas BBRP, Pemuda Pancasila (PP), serta sejumlah kader dan pengurus partai pengusung.



Dalam sesi dialog, warga yang didominasi ibu-ibu itu mencoba mencurahkan hati (curhat) kepada Jaro Ade mengenai beragam persoalan yang dihadapi serta berbagai harapannya. Di antaranya masih banyaknya pengangguran, warga ingin ada peningkatan PAUD dan kesejahteraan guru-gurunya, serta ingin buku-buku di sekolah digratiskan.

Ustad Ade, warga setempat, selain curhat ingin adanya perbaikan nasib pembantu pegawai pencatat nikah (P3N), dirinya mengaku pasangan calon Jaro Ade-Ingrid Kansil adalah pasangan ideal. “Walau bagaimana pun laki-laki harus di depan, sebagaimana Surat Annisa ayat 34,” ujarnya.

Bahkan di antara ibu-ibu ada pula yang curhat kepada Jaro Ade terkait persoalan korupsi. “Kami warga tidak mau Kang Jaro Ade kalau menjadi Bupati Bogor nanti korupsi seperti yang sebelumnya,” katanya.

Jaro Ade pun nampak memahami segala curhatan warga terlebih soal korupsi. “Kalau ada yang korupsi, ibu-ibu nyesek ya?, emosi ya?. Insha Allah bu, jangan sampai,” ucap Jaro Ade.

Dalam kesempatan tersebut, Jaro Ade pun memaparkan program 7 pilar jika dirinya bersama wakilnya Ingrid Kansil terpih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bogor 2018-2023.

Jaro Ade menjelaskan, pilar pertama program pendidikan gratis plus di mana setiap siswa di Kabupaten Bogor akan menerima bantuan peralatan sekolah dan beasiswa. 

Kedua, bidang kesehatan. Di antaranya membenahi BPJS serta memperbaiki pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Masyarakat nanti harus dilayani dengan senyum. Agar tersenyum maka biaya operasional pelayan kesehatan dinaikan agar fokus mengurusi rakyat, tak ada kelas-kelas di rumah sakit, semua pasien jangan sampai ditolak, layanan Puskesmas ditambah 24 jam, termasuk menyediakan tiga petugas kesehatan di tiap desa,” jelasnya.

Pilar ketiga UMKM. Jaro Ade ingin pemerintah mampu memberikan akses pasar kepada para pelaku UMKM. “Kami siap menyediakan lahan 150 ha di Sentul untuk UMKM. Jadi bukan hanya modalnya,” katanya.

Pilar keempat, memberikan bantuan kepada petani dengan menyiapkan pasar induk milik Kabupaten Bogor, membentuk BUMD pertanian, memberikan bantuan modal dan peralatan pertanian.

Pilar kelima, menambah pagu indikatif Rp1 miliar pendampingan dari Pemkab Bogor bagi setiap desa. “Program ini untuk menyelesaikan kesenjangan ekonomi di desa-desa. Dana ini bisa untuk memperkuat BUMDes, PAUD, kesejahterakan perangkat desa, aparat desa, RT RW, pemuda, guru ngaji, kader, serta untuk gerakan tata kelola desa,” beber mantan Kepala Desa dua periode ini.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini juga menyebutkan pilar keenam, yakni menyediakan 500 ribu lapangan kerja. “Sesuai tata ruang wilayah kami akan laksanakan zona industri, membuka investasi seluas-luasnya dan memperbaiki upah buruh hingga tak ada lagi demo. Namun syaratnya kepala daerah tegas, jangan memberikan peluang kepada investor jika tak mau merekrut tenaga kerja masyarakat Kabupaten Bogor yang masih banyak nganggur. Ada juga pilar ketujuh bantuan untuk pondok pesantren salafiyah Rp200 juta guna membangun akhlak maayarakat,” papar dia. (cep)