Hallobogor.com, Bogor – Orangtua murid kerap dipusingkan dengan beragamnya praktik-praktik yang diduga pungutan liar (pungli) di sekolah. Praktik curang ini kerap terjadi di semua tingkatan sekolah dan sudah bertahun-tahun terjadi.

“Biaya pendidikan sudah banyak yang digratiskan. Apalagi sekarang sudah ada Bantuan Operasional Sekolah atau BOS. Artinya pihak sekolah sudah tidak boleh lagi melakukan pungutan yang tidak resmi alias pungli,” kata orangtua siswa di Kota Bogor, Muhamad Subhan.

Menurutnya, sudah lebih dari lima tahun yang lalu Pemerintah Kota Bogor sudah melakukan program pendidikan sekolah gratis dari tingkat SD hingga SMP negeri dan sederajat. “Tapi saya masih merasakan dan menemukan sekolah negeri melalui komite sekolah yang melakukan pungutan iuran setiap bulannya,” tegasnya.

Muhamad Subhan mencontohkan, salah satu persoalan yang kerap membebani orangtua siswa adalah pembelian buku-buku. “Masih ada saja sekolah yang mengharuskan murid untuk membeli buku paket atau LKS secara terselubung. Bahkan menurut rumor yang berkembang kepala sekolah mengizinkan penjualan buku atas dasar kesepakatan antara pihak sekolah dan komite,” ungkap pria yang juga pengurus Koalisi Masyarakat Cinta Pendidikan ini.

Ia menjelaskan, dengan adanya dana BOS yang dihitung per siswa dimaksudkan untuk mempermudah anak-anak di seluruh Indonesia khususnya di Kota Bogor untuk mendapatkan pelayanan pendidikan. Sehingga tidak ada lagi alasan siswa dibebankan untuk membeli buku.

“Dalam konteks ini manajemen yang perlu dievaluasi kembali agar efisien dan efektif dalam penggunaan anggaran, dan yang paling penting adalah dapat dioptimalkan untuk kepentingan anak dari keluarga kurang mampu. Semua anak sekolah tidak boleh ada punggutan apa pun, termasuk uang bangku, atau uang lain-lainnya, dan termasuk iuran yang mengatasnamakan komite sekolah. Kalau masih ada maka bisa dikatakan sebagai pungutan liar. Kalau orangtua murid masih menemukan praktik-praktik pungli dalam bentuk apapun segera laporkan. Apalagi sekarang ada Tim Saber Pungli,” bebernya. (dns)