Hallobogor.com, Bogor – Proyek pembangunan gedung perawatan Blok 3 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor yang dimenangkan oleh PT Trikencana Sakti Utama harus diawasi secara ketat.

Ketua Umum Korps Mahasiswa (Kopma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Bogor, Lathif Fardiansyah menilai, proyek ini menyangkut kebermanfaatan hajat hidup orang banyak, sehingga proyek tersebut harus diawasi dengan sangat serius.

“Apalagi dengan waktu yang sempit dan anggaran penawaran turun hingga Rp10 miliar, patut dipertanyakan pengerjaan dan kualitasnya. Maka harus dipastikan betul pembangunannya tidak asal-asalan atau tidak main-main,” ucap Lathif kepada wartawan, Senin (27/5/2019).

Lathif menjelaskan, proyek ini harus sesuai dengan perencanaan yang ada dan spek harus dipastikan yang terbaik. “Tak hanya itu, track reccord pemenang tender harus juga harus dilihat. Jika buruk, masih ada waktu untuk diganti saja, dari pada saat sudah berjalan megaproyek ini akan mandek atau tidak sesuai dengan rencana,” ujarnya.

Lathif pun menyampaikan, jika dalam proyek ini sebaiknya diwaspadai sejumlah pihak baik itu dari Pemkot atau instansi lainnya, apakah ada yang main mata dengan pemenang tender. “Kalau ada main mata. Dipastikan kualitas akan menurun, karena dari pagu anggarannya saja sudah jauh turun nilainya, ditambah ucapan terima kasih atas proses main mata ini,” jelasnya.

Sementara, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan, pembangunan gedung perawatan baru di RSUD Kota Bogor harus benar-benar terwujud karena menjadi kebutuhan utama dan menjadi solusi kebutuhan ruangan di RSUD. Semuanya akan mengawasi maksimal pekerjaan pembangunan di lapangan nanti.

“Harus terwujud dengan baik karena gedung perawatan itu sangat dibutuhkan sekali. Kita awasi terus dari mulai awal pembangunan nanti,” ucapnya.

Sebelumnya, DPD KNPI Kota Bogor ternyata tidak tinggal diam menyikapi lelang proyek pembangunan gedung perawatan Blok 3 pada RSUD Kota Bogor senilai Rp101 miliar yang dimenangkan PT Trikencana Sakti Utama, dengan harga penawaran Rp89.706.107.164,14.

Ketua DPD KNPI Kota Bogor Bagus Maulana menyoroti turunnya nilai penawaran yang sangat drastis, sehingga dikuatirkan apa yang sudah direncanakan bisa saja meleset dari harapan.

“Dalam masalah ini Pengguna Anggaran (PA) harus hati-hati dan lebih baik memanggil semua pihak seperti konsultan dan panitia lelang. Jadi, PA suruh pihak-pihak terkait itu untuk buat surat pernyataan tanggung jawab penuh atas penunjukan PT Trikencana Sakti Utama sebagai pemenang, di mana nilai proyek turun sampai 10 miliar,” tegas Bagus.

Untuk PA ini, harus mau memaksa para konsultan perencana serta pengawasan untuk menghitung ulang dengan harga harga penawaran Rp89.706.107.164,14, proyeknya akan selesainya sampai tahap mana.

“Jangan dianggap remeh soal ini karena menyangkut hajat hidup orang banyak,” tandasnya. (dns)