Hallobogor.com, Cibinong – Waspadalah, bagi para orangtua yang mempunyai anak kecil diharapkan untuk meningkatkan pengawasan. Sedikit saja lengah bisa menjadi korban, baik pelecehan seksual, kekerasan, maupun penculikan dan tindak kejahatan lainnya.

Nasib naas ini seperti yang dialami Mawar (nama samaran, red) anak pertama dari pasangan suami istri (pasuntri) JP dan HY, warga Kampung Pajeleran, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Informasi yang dihimpun, pada hari Kamis (20/4/2017) sekitar pukul 11.00 WIB, Mawar bersama empat orang temannya yakni IN, KL, BL, dan LK sedang bermain petak umpet yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Saat ke empat teman Mawar lainnya bersembunyi, datang predator bersama tiga orang kerabatnya dengan mengendarai mobil warna putih dan memaksa korban untuk masuk ke dalam mobil serta mengajak berkeliling. 

Di dalam mobil, pelaku mulai melakukan aksi bejatnya dengan merayu Mawar sambil menyodorkan makanan dan minuman. Korban diajak berkeliling di seputaran perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. 

Para pelaku sempat bertukar mobil di wilayah Kincir untuk mempelancarkan aksinya. Di sekitaran pemakaman Perumahan Bumi Cibinong Endah (BCE), para pelaku mulai melakukan aksi bejatnya. 

Usai melampiaskan hawa nafsunya, bocah yang masih berumur 7 tahun ini diantar kembali ke tempat semula serta mendapat ancaman agar tidak melaporkan hal tersebut kepada siapa pun.

“Kenapa abis main anak saya menangis dan merasa kesakitan di bagian kemaluannya, tidak seperti biasanya. Terus saya tanya sambil merayunya, anak saya baru menceritakan dan mengakui sudah mengalami pelecehan seksual,” kata HY, orangtua Mawar sambil meneteskan air mata, Minggu (30/4/2017).

Setelah mendapatkan keterangan dari buah hatinya itu, pasutri tersebut langsung membawanya ke rumah sakit untuk dan melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

“Kata anak saya, pelaku itu sering di sekitar Perumahan Blok A dan sempat memberikan kopi serta wafer, mengaku namanya Muhamad Fahril. Pelaku juga sempat mengikat tangan anak saya dengan menggunakan tali sepatu dan menyumbat mulut menggunakan sweater. Ya kami memohon kepada pak polisi agar segera menangkap pelaku untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” harapnya.

Sementara, Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena membenarkan adanya kasus tersebut. Kasusnya saat ini tengah ditangani pihak kepolisian unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). “Kami masih mengumpulkan keterangan data dan saksi-saksi, serta masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit,” pungkasnya. (cep)