Hallobogor.com, Bogor – Sejumlah kawasan di daerah Kota dan Kabupaten Bogor dilanda bencana longsor dan banjir. Bencana alam ini terjadi menyusul hujan yang terus menerus menguyur Bogor sejak dua hari terakhir ini.

Longsor menggerus beberapa lokasi di kawasan Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor dan jalur Jalan Raya Puncak. Longsor juga terjadi di jalur Bocimi, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Peristiwa nyaria berbarengan pada Senin 5 Februari 2018 sekira pukul 08.30 Wib.

Arus lalu lintas di Jalan Raya Puncak dari arah Bogor ke Cianjur dan sebaliknya ditutup sementara oleh Satlantas Polres Bogor mulai pukul 09.30 Wib. Penutupan dilakukan selama proses evakuasi dilakukan. Kemacetan pun tak bisa dihindari. Demikian halnya di jalur Bocimi, arus lalu lintas dari arah Jakarta ke Sukabumi dan sebaliknya tersendat.



Kasatlantas Polres Bogor, AKP Hasby Ristama, mengatakan, kondisi badan jalan di Jalan Raya Puncak tertutup karena tanah turun dari gunung dengan panjang bentangan 20 meter ditambah tiang listrik roboh sehingga menganggu lalu lintas dan jalan tidak dapat dilalui.

“Kami sudah mengalihkan arus yang ke Puncak dan Cianjur melalui Sukabumi. Kami juga mengajak para stakeholder terkait untuk melaksanakan penanganan bencana, telah memanggil alat berat dari PU PR pusat, mengerahkan personel Polres bogor sebanyak 100 orang untuk evakuasi longsor,” katanya.

Pantauan menunjukkan, di jalur Jalan Raya Puncak Kecamatan Cisarua titik longsor di antaranya terjadi di dekat Grand Hill Desa Tugu Utara, Perkebunan Teh Gunung Mas Desa Tugu Selatan, Widuri, dan di sekitar Masjid Atta’awun Desa Tugu Selatan.

Sedangkan di jalur Bocimi, longsor menggerus tebing yang di atasnya berdiri warung-warung nasi di kawasan Pasar Cikereteg, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Longsor menggerus tebing tepatnya di lokasi bekas kecelakaan lalu lintas truk menabrak warung nasi dan menewaskan dua orang sepekan lalu. 

Pantauan di lokasi itu, longsor selain menggerus beberapa warung nasi juga menyebabkan sebagian badan Jalan Raya HE Sukma (Bocimi) retak-retak. Kuatir makin melebar, Satlantas Polres Bogor sudah membatasi sebagian jalan dengan penghalang agar tidak dilintasi kendaraan.

Sementara itu, volume air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, sudah dinyatakan status siaga 1. Tinggi muka air mencapai 220 cm yang terukur pada pukul 08.30 Wib. Dan sejam kemudian bahkan mencapai 240 cm. Artinya, penduduk di DKI Jakarta dan sekitarnya diimbau untuk waspada dan siap-siap terendam banjir.

“TMA atau tinggi muka air di Bendung Katulampa terus naik. Pukul 08.15 WIB TMA 180 cm (siaga 2). Berselang 15 menit atau pukul 08.30 WIB naik menjadi TMA 220 cm siaga satu dan sekarang kembali naik, yaitu TMA 240 cm (Siaga 1) dengan cuaca hujan,” ungkap Kepala Petugas Jaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman. (cep)