Hallobogor.com, Bogor – Kota Bogor memiliki banyak pondok pondok (ponpes) besar dengan jumlah santri ribuan orang. Di antaranya Ponpes Al Falak, Ponpes Al Falakiyah, Ponpes Al Um, di kawasan Kampung Pagentongan Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat.

Keberadaan ponpes di Kota Bogor juga terus mengalami perkembangan dan kemajuan signifikan, namun perhatian pemerintah terhadap ponpes masih minim dan belum maksimal. Terutama perhatian terhadap infrastuktur, sarana prasarana, maupun terhadap santri santri ponpes yang merupakan generasi bangsa. 

Menyangkut ponpes, calon Wakil Wali Kota Bogor Zaenul Mutaqin (ZM) ternyata sudah memiliki program, yaitu program Revitalisasi Kobong Pondok Pesantren di Kota Bogor. Program itu sudah lama disiapkan dan akan direalisasikan nanti oleh pasangan nomor satu Achmad Ru’yat dan Zaenul (RZ). 

“Saya akan menbuat program revitalisasi kobong, karena saya melihat selama ini pondok-pondok pesantren di Kota Bogor, terutama di kampung-kampung banyak kobong atau tempat santri tidak terperhatikan. Jadi pemerintah harus membantu persoalan sarana prasarana untuk pondok pesantren ini,” kata Zaenul saat mengunjungi sejumlah pondok pesantren di kawasan Pagentongan dan menemui para kiai di sana, di antaranya, pendiri Ponpes Al Um KH Tubagus Bahrum Zaman; pimpinan Ponpes Al Um KH Muhtadin, dan Ketua umum Yayasan Al Falak KH Tubagus Agus Fauzan. 

Dalam acara silaturahmi ke Ponpes Al Falak, Zaenul juga bertemu dengan Syekh Amin Al Zaelani dari Libanon, yang merupakan keturunan ke-26 dari Syekh Abdul Qodir Al Zaelani. 

Selain permasalahan sarana prasarana kobong, pemerintah juga harus memperhatikan keberadaan santri-santri pondok pesantren, kata Zainul dalam kesempatan tersebut. 

Bentuk perhatian itu bisa dengan program bantuan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi santri ponpes. Saat ini hampir semua santri ponpes itu bersekolah formal di MTs atau MA, dan semua tidak lepas dari perhatian pemerintah, termasuk dana BOS untuk santri itu. 

“Saya setuju ada bantuan dana BOS untuk santri pondok pesantren, karena santri itu pelajar dan santri ponpes itu siswa sekolah formal juga,” kata politisi PPP ini. 

Sedangkan pemberian bantuan untuk revitalisasi kobong dilakukan agar ponpes yang ada di Kota Bogor mempunyai tempat tinggal santai yang layak dan sehat. Mekanisme bantuan bisa dengan dana hibah ke ponpes-ponpes, dan tinggal nanti membuat payung hukum melalui dana hibah dan bansos tersebut. 

Menurut Zaenul, perkembangan ponpes di Kota Bogor di satu sisi banyak yang berkembang tetapi di sisi lain banyak juga yang jumlah santrinya terus menurun. Ini karena banyak pesantren di perkampungan yang kurang mampu membiayai pesantren itu sendiri dan jarang mendapat sentuhan perhatian pemerintah. 

“Banyak juga ponpes yang menampung santri dari kalangan yatim dan dhuafa, dan di sinilah pemerintah harus memperhatikan pondok pesantren. Ponpes itu mencetak para generasi bangsa. Saya berasal dari kalangan santri, jadi saya tahu program apa yang harus dibuat pemerintah untuk pondok pondok pesantren,” jelas Zaenul yang dulu menghabiskan masa mudanya di pondok pesantren ini. 

Dalam kegiatan blusukan Zaenul sapa warga, beberapa Kyai terkemuka menyampaikan pesan untuk paslon nomor satu Achmad Ru’yat dan Zaenul Mutaqin. “Kami berharap pemimpin Kota Bogor ke depan sangat peduli terhadap keberadaan pondok pesantren, para santri dan paling penting adalah harus dekat dengan para ulama dan kiai,” harap KH Tubagus Bahrum Zaman pendiri pondok pesantren Al Um. 

Kiai karismatik ini mengungkapkan, figur Zaenul Mutaqin itu adalah keturunan sangat bagus, karena orangtuanya adalah Kyai terkemuka di Bogor, yaitu KH. Yasin. “Jadi masyarakat jangan salah memilih pemimpin, dan Zaenul itu tokoh muda yang berasal dari keturunan kiai, bahkan Zaenul itu santri pondok pesantren juga. Saya mendo’a kan, semoga langkah dan perjuangannya mendapat ridho dan diqobulkan oleh Allah SWT. Saya titip pesan, apabila nanti terpilih menjadi pemimpin Kota Bogor, untuk selalu memperhatikan ulama, kiai, para ustad, dan membantu pondok pesantren serta santri santri,” ucapnya. 

Pimpinan Ponpes Al Um, KH Muhtadin berharap agar pasangan Achmad Ru’yat dan Zaenul Mutaqin apabila nanti terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota, untuk memprogramkan bantuan BOS santri ponpes. 

“Kami harapkan ke depannya ada perhatian pemerintah dengan memprogramkan bantuan BOS santri pondok pesantren. Karena biaya santri santri di ponpes itu sangat besar, jadi butuh bantuan dari pemerintah,” pungkasnya. (cep)