Hallobogor.com, Bogor – Masa remaja adalah masa di mana seorang yang mulai beranjak dewasa memiliki banyak keinginan untuk bebas berkarya dalam mengembangkan minat serta potensi yang dimiliki. Maka di usia produktif inilah waktu bagi mereka  menggali keahlian serta kemampuan yang seharusnya dapat dilakukan untuk masa depannya kelak. Namun, sebagian terkadang mereka ini dihadapkan dengan berbagai masalah yang cenderung akhirnya menghambat apa yang dicita- citakan mereka.  

Melihat realita tersebut, eksekutif muda (Eksmud) asal Bogor, M. Zulfikar Priatna pun memberi peluang dan solusi bagi anak muda bangsa yang dihadapkan dengan permasalahan tersebut, hal ini dikatakannya usai memberikan pelatihan pengembangan kepada puluhan peserta muda dengan tema “Kepedulian Terhadap Anak Muda Kota Bogor Dimata Pengusaha Muda” yang digelar di Kantor barunya Jalan Raya Tajur No.248, Kota Bogor, seperti dikutip Halloapakabar.com.

Zulfikar menuturkan, salah satu faktor penyebab terjebaknya remaja di zaman sekarang adalah terjerumusnya mereka pada pergaulan negatif seperti narkoba, pergaulan bebas dan kenakalan remaja lainnya. Disitu mereka tidak ada yang mengurus tentang pembangunan mental dan karakternya.

“Saya melihat itu yang kurang. Jadi yang harus di bangun adalah individunya atau secara personal. Percuma kita mengadopsi teknologi tinggi ataupun jaringan internasional kalau mental kurang siap. Maka itu saya setuju dengan slogan revolusi mental,” ujar Zulfikar yang juga menjadi pengurus HIPMI dan JCI Kota Bogor.

Mengutip dari perkataan presiden pertama Bung Karno mengatakan, “Beri saya seribu orang tua maka saya akan mencabut Semeru dengan akar-akarnya, tapi beri saya 10 pemuda maka saya akan guncangkan dunia”. Dari ucapan tersebut, kata Dia jelas bahwa pemuda sekarang harus mempunyai pola pikir yang bagus untuk maju. Karena 10 sampai 20 tahun kedepan, pemuda sekaranglah yang akan berbicara baik di bidang usaha, politik, pemerintahan, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain.

“Jadi yang harus kita perbaiki adalah mental, karakter dan mindsetnya. Makanya sekarang ini saya terus melakukan terobosan dengan cara menggaet kawula muda Bogor untuk terus berkarya agar bisa menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya. 

Salah satunya, dengan membuat program kerjasama bersama kawan-kawan junior di JCI yaitu membuat pelatihan khusus pengembangan diri selama satu tahun penuh. Disini mengajarkan tentang bagaimana me-manage waktu dengan baik, cara memecahkan masalah termasuk mengajarkan cara bernegosiasi, tehnik berkomunikasi, tehnik skala prioritas, tehnik mengelola keuangan termasuk membangun karakter building agar para remaja juga memiliki prilaku yang sopan, atitudenya bagus, bahasanya santun, otaknya cerdas dan emosinya stabil. Disamping mereka pun mempunyai tanggung jawab sosial, peduli dengan lingkungan, masyarakat dan pemerintah dengan baik.

“Sudah 30 orang mengikuti pelatihan ini dan setiap minggunya kami berikan materi yang berbeda. Dan ini dijalankan dari CSR perusahaan pribadi saya yang kemudian akan saya perkenalkan mereka kepada pengusaha-pengusaha lain untuk diberi keterampilan lainnya,” kata pemilik perusahaan PT.Atzindo Mitra Tama Karya.

Walikota Bogor pun sangat mendukung program ini, kebetulan memang sejalan dengan pemikiran beliau karena harus ada pembangunan karakter untuk pemuda sebagai penerus bangsa. Karena kalau itu tidak dilakukan, ketika arus globalisasi dan teknologi masuk maka itu tidak akan berguna.

“Dukungan dari walikota ini sifatnya moril, karena saya sebagai pemuda merasa mempunyai tanggung jawab terhadap kegiatan ini. Apa yang bisa saya bantu, saya akan bantu dan pada prinsipnya saya tidak mau menyusahkan apalagi menyulitkan. Ini murni dari saya dan kawan-kawan secara swadaya,” ungkapnya. (dns/ndy).