Hallobogor.com, Bogor – Siapa yang tidak kenal Zulfikar Priyatna, pengusaha muda asal Bogor tergabung di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor ini telah berhasil menularkan ilmu dunia wirausaha. Berbagai program dan terobosan yang dimilikinya untuk memajukan, membangun serta menciptakan sebuah kemandirian ekonomi kerakyatan sukses Ia terapkan kepada masyarakat kecil di Kota Bogor.

Hasilnya, tak sedikit beberapa wirausaha di zona Kota Bogor yang maju dan berkembang. Keberhasilan itu, tidak terlepas dari perannya sebagai sang motivator yang muda, kreatif dan brilian. Disamping peran daripada pemerintah yang mendukung penuh dirinya dalam memajukan ekonomi kerakyatan yang menghasilkan sebuah produk unggulan UKM.

Ditemui Halloapakabar.com, belum lama ini, Zulfikar memaparkan, dalam memajukan dunia wirausaha sektor bidang UKM, tak lain membangun ekonomi kerakyatan dan kemandirian masyarakat di lingkungan terdekat. Berbagai program Ia sinergikan dengan program dari pemerintah guna memajukan pengusaha kecil.

Hal itu dilakukan melihat saat ini sudah mulai bermunculan akan kesadaran di masyarakat, bahwa paradigma menjadi pengusaha itu baik, berbeda dibadingkan dengan hampir dua puluh tahun lalu, dimana masih beranggapan menjadi pengusaha atau wirausaha itu sesuatu yang tidak menjanjikan.

“Dengan wirausaha banyak keuntungan yang didapat, seperti membuka lapangan pekerjaan, kemandirian ekonomi, minimal untuk lingkungan yang terdekat. Sekarang banyak yang tertarik dan bersemangat ketika saya perhatikan untuk menggeluti dunia wirausaha, dan ini disambut oleh pemerintah, dengan beberapa program untuk menstimulus para wirausahaan,” ungkap Zul.

Program pemerintah itu, lebih lanjut dijelaskannya, berbentuk pelatihan-pelatihan untuk para wirausahawan. Dia sendiri pernah berkomunikasi di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) atau di forum usaha HIPMI ternyata pemerintah dalam upayanya sudah mulai terlihat nyata.

“Dan saya merasa bangga bahwa pemerintah ketika berkunjung ke daerah-daerah lain membawa produk-produk UKM dari kita dan itu salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Kota Bogor,” imbuhnya.

Meski demikian, kang Zul menambahkan, dalam proses ini ada beberapa kendala berkaitan dengan informasi yang tidak menyebar luas, dari sisi strateginya masih belum terintegrasi masih farsial dan belum optimal. Bahkan menurut pandangannya sebagai seorang praktisi dari awal itu fokus mulai dari perencanaan sampai eksekusi, dukungannya harus jelas, pengawalan dan pendampingan juga hingga usaha ini menjadi besar.

Dirinya berharap program yang dilakukan pemerintah tidak hanya sekedar menggugurkan kewajiban semata, jangan sampai ketika dibentuk tapi kedepannya tidak ada pengelolaan lebih lanjut. Dari segi pengurusan dan lainnya juga jangan dibiarkan berjalan sendiri-sendiri.

“Sejauh ini yang saya pantau di Kota Bogor sudah ada prestasi tersendiri merangkul para wirausahawan, walau ada beberapa sektor yang harus di tingkatkan,” ujarnya.

Kedepan, untuk memajukan usaha kecil di Kota Bogor, kata dia, dibuat skema semudah mungkin untuk para pengusa kecil seperti membukakan sentra-sentra pengrajin dan zona usaha di masing-masing wilayah yang mempunyai kekhasan tersendiri.

“Selain itu diberikan pemahaman tentang administrasi dengan bentuk pelatihan dan lain sebagainya,” tukasnya. (dns).