by

10 Tahun Tidak Bayar Hak Kontraktor, Pafesta Digeruduk Ormas

Hallobogor.com, Cisarua – Sejak sepuluh tahun silam ada pembangunan yang digadang-gadang akan dijadikan Pasar Pestival Pariwisata (Pafesta) yang berada di tengah puncak Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Saaat ini Pafesta kembali menyeruak ke permukaan, sayangnya bukan kabar baik.

Pafesta digeruduk ratusan anggota dari beberapa organisasi masyarakat yang beraksi menyerukan upaya menagih hak PT Dwi Tunggal Teknis Utama, sebagai kontraktor dari pembangunan Pafesta.

Mereka menuntut pembayaran kepada pihak pengelola pasar tersebut, PT Guna Persada yang sudah molor hampir kurang lebih 10 tahun. yang sampai saat ini tidak ada kejelasannya.

Saepul selaku Site Manager PT Dwi Tunggal Teknis Utama, menjelaskan, selama kontrak kerja pada tahun 2010 lalu dibuat hingga selesainya pekerjaan bangunan menjadi pasar pariwisata, Pihak pengelola (PT Guna Persada) belum juga memenuhi kewajibannya, untuk membayar ongkos pembangunan dengan total nilai Rp 12 miliar.

Pasar Pestival Pariwisata (Pafesta) berada di tengah puncak Kelurahan Cisarua. (Foto : Iwan Maulana Ardi)

“Itu belum termasuk ganti kerugian 1,5 persen perbulan. Hari ini saya meminta kepastian dari PT Guna Persada, kapan uang tersebut akan dibayarkan,” ujar Saepul, pada Rabu (8/07/2020).

Untuk kesekian kalinya hanya kekecewaan yang didapatkan pihak PT Dwi Tunggal Teknis Utama karena pihak PT Guna Persada sebagai pengelola pasar tersebut, hanya diwakilkan ke para marketing tidak bisa memutuskan apa-apa.

“Ini saya hanya bertemu dengan orang yang tidak kompeten, jadi percuma mereka tidak bisa memutuskan,” ungkap Saepul.

Saepul menegaskan apabaila pihak Guna Persada tidak bisa memutuskan, pihaknya akan segera melakukan penutupan, akan meminta kepara pedagang untuk mengosongkan kiosnya

“Kami akan tunggu hari ini, jika tidak bisa memutuskan, kami akan memaksa pedagang yang sudah masuk untuk keluar, atau ditutup,” tegasnya

Menurutnya, setelah selesai pekerjaan belum ada yang namanya serah terima pekerjaan dari kontraktor kepada penanggungjawab atau pengelola. Selama ini, hanya berjalan masing-masing,

“Saya menuggu pembayaran, pihak pengelola terus melakukan transaksi penjualan kios, padahal kondisi kiosnya bermasalah,” kata Saepul.

Sementara, menurut Fauji selaku Perwakilan dari PT Guna Persada mengaku tidak bisa memberikan jawaban. Sebab dirinya hanya sebagai marketing. Sementara, untuk meminta pembayaran pekerjaan kepada kontraktor itu bukan kewenangannya.

“Bagian legalnya sudah dikontak, katanya mau datang, dia yang bisa memutuskan,” Ucap Fauzi.

Terkait adanya rencana penutupan Pasar Pafesta oleh kontraktor, pihaknya menyerahkan kepada bagian legal,

“Ya itu urusan bagian legal,” pungkasnya. (wan)