by

150 Bus Disiagakan Urai Kepadatan Penumpang KRL, Begini Skemanya

Hallobogor.com, Kota – Wali Kota Bogor Bima Arya meninjau persiapan antisipasi kepadatan penumpang KRL yang kerap terjadi pada awal pekan di Stasiun Bogor. Dalam peninjauan tersebut, Bima Arya didampingi Kepala Dishub Kota Bogor Eko Prabowo, Kepala Satpol PP Kota Bogor Agustiansyach, Kepala Stasiun Bogor Arkansyah dan Pengamat Tata Kota Yayat Supriatna, Sabtu (11/7/2020).

Mereka tampak berdiskusi di dekat pintu masuk Stasiun Bogor, Jalan Mayor Oking. Di titik ini akan terparkir sekitar 140 bus gratis untuk mengurai kepadatan penumpang KRL. 10 bus sisanya akan berangkat dari Pool Damri di samping Botani Square.

“Pak Wali menyampaikan hari Senin personel harus optimal dalam pengaturan busnya ataupun penumpangnya. Makanya kita sudah menyiapkan skenarionya, yaitu papan jalur dan papan pembatas untuk antrian,” ungkap Eko Prabowo.

Ia menambahkan, setiap antrean akan dibuat kloter per 100 orang. “Kalau sudah bergeser, maka 100 orang berikutnya akan masuk. Yang belum dapat antrian, silahkan antre di kereta. Jadi begitu alurnya supaya tidak memanjang dengan memperhatikan physical distancing,” jelasnya.

Ia menambahkan, bus pertama akan berangkat pada jam 05.00 WIB dan selanjutnya berangkat setiap 5 menit sekali. “Nanti kita seling antara bus besar dan bus kecil. Kalau dihabiskan bus kecil dulu, kasian nanti bus besar kalau lewat di Jalan Juanda dan Jalan Jalak Harupat takut crowded juga karena hari Senin. Jadi harus selang seling, 10 bus kecil, 10 bus besar. Personel sudah kami siapkan di titik-titik pendangkalan atau parkir sementara bus kecil maupun besar untuk komunikasi pergerakan bus ke stasiun,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan 150 bus gratis, Eko menilai mampu mengurangi kepadatan bagi sekitar 4.500 penumpang KRL. “Kami mendapat bantuan 75 bus kecil dengan kapasitas 20 penumpang per bus. Lalu, 75 bus besar dengan kapasitas 40 penumpang per bus. Totalnya jadi 4.500 penumpang yang bisa terangkut,” terang Eko.

Jumlah tersebut lebih besar dari momen yang sama sebelumnya. “Sebelumnya hanya sekitar 1.000-an penumpang karena kapasitas yang boleh diisi 50 persen saja. Tetapi sesuai peraturan Permenhub 41/2020, saat ini bus kecil maupun besar sudah bisa membagkut 70 persen penumpang maksimal,” jelasnya.

Eko berharap, bantuan bus tersebut mampu mengurai kepadatan penumpang yang kerap terjadi setiap Senin pagi. Untuk itu, ia mengimbau penumpang untuk tetap mengikuti arahan petugas di lapangan. (bgr)