by

Pedagang Lawang Seketeng dan Pedati Ingin Temui Walikota Bima Arya

Hallobogor.com, Tanahsereal – Sebanyak 350 pedagang yang berusaha di kawasan Lawang Seketeng dan kawasan Pedati Kota Bogor yang tergabung dalam organisasi Pawang 1678 menyatakan ingin menemui Walikota Bima Arya. Pertemuan dengan bos Kota Bogor itu dimaksudkan untuk Curhat, mencari solusi terbaik bagi para pedagang.

“Kami sudah menyampaikan surat kepada pak Walikota, baru surat yang ketiga ini ada komunikasi dengan Kesebangpol yang katanya siap untuk memfasilitasi. Tadi, bertemu dengan Sekertaris Kesbangpol, dibicarakan tentang hal-hal teknis,” kata Tim Advokasi Pawang 1678, DR. Dudung Abdullah SH kepada para awak media, Rabu (16/06/2020).

Ketua Organisasi Pawang 1678 H. Chenchen Sukirman beserta jajaran pengurus dan anggotanya, dan didampingi Tim Advokasinya yaitu Dr. Dudung A. Abdullah, SH., Iwan Kusmawan SH., dan Fahrul Ramadan SH mendatangi kantor Kesbangpol Kota Bogor di jalan Kesehatan No. 2, Tanah Sareal, Kec. Tanah Sereal, Kota Bogor.

Baca : Temui DPRD, Pedagang Lawang Seketeng Ingin Usaha Lagi di Tempat Semula

“Kami sudah bertemu dengan Sekretaris Kesbangpol, sebagaimana undangan dari beliau yang berjanji akan memfasilitasi kita dari awal bertemu dengan Pak Walikota Bogor Bima Arya,” kata Dudung.

Kepada pihak Kesbangpol, dirnya juga mengutarakan kekecewaan, karena surat-surat yang dikirim, baru yang ketiga ahirnya ada pertemuan dengan Kesbangpol.

“Kami sekarang berhadapan dengan anggota sebanyak 350 (tiga ratus lima puluh) orang yang mendesak kami untuk bertemu dengan pak Walikota. Tujuannya adalah untuk curhat. Sebagai warga masyarakat ingin curhat dengan Pak Walikota, ibarat anak dengan bapaknya,” papar Dudung.

Karena itu pihaknya berharap Kesbangpol bisa memfasilitasi hal ini, apalagi para anggota yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Pak Walikota.

“Kami juga berharap Pak Walikota bisa bertemu dengan pengurus Pawang 1678 yang mewakili dari 350 (tiga ratus lima puluh) orang para pedagang jalan Lawang Saketeng dan Pedati. Sehingga kemudian ada titik temu, bagaimana nasib para pedagang ini,” tegasnya. (*/den)