by

Ayo Cepat Sehat Dong, Tenaga Medis Puskesmas Tetap Layani Warga Kok

Hallobogor.com, Kota – Saat pandemi Coronavirus atau Covid-19 ini tenaga medis merupakan garda terdepan dalam penanganan. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) pun diminta pemerintah agar tetap membuka pelayanan dan harus mampu mendeteksi dini Covid-19.

Tak terkecuali di Puskesmas Bogor Tengah, Kota Bogor yang tetap beroperasi Senin-Sabtu dengan jam operasional, Senin – Kamis mulai pukul 07.30 WIB – 13.00 WIB, Jumat dan Sabtu mulai pukul 07.30 WIB – 12.00 WIB.

Kepala Puskesmas Bogor Tengah, Dina Sita Dewi menuturkan, Covid-19 memiliki karakteristik mudah menular, sehingga tenaga medis harus sangat berhati-hati dalam menangani pasien dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Alhamdulillah kami tetap menjalankan tugas kami sebagai garda terdepan sebagai pelayan masyarakat pada saat pandemi Covid-19 seperti ini,” katanya, Selasa (21/4/2020).

Selain poli umum dan poli lainnya, Puskesmas Bogor Tengah tetap membuka pelayanan persalinan 24 jam. Namun masyarakat yang datang harus melewati prosedur kesehatan, seperti pengecekan suhu tubuh dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

“Jadi pada saat akan masuk ke Puskesmas ada petugas yang mengecek suhu tubuh dan memeriksa kelengkapan APD, seperti penggunaan masker dan hand sanitizer,” tuturnya.

Untuk pembagian tugas karena ada kebijakan Work From Home (WFH), pihaknya membagi dalam 2 tim secara bergantian dengan jumlah keseluruhan 40 pegawai. Hal ini dilakukan agar semuanya bisa tetap optimal melayani.

Saat disinggung ketersediaan APD, awalnya sangat kesulitan karena jumlahnya terbatas. Namun karena banyak yang peduli bantuan pun terus mengalir.

“Memang awalnya agak kesulitan APD, sehingga kami membuka bantuan dari masyarakat. Alhamdulillah banyak donatur yang menyumbangkan APD, tadi juga ada bantuan dari Pramuka yang memberikan buah-buahan,” sebutnya.

Kendala yang dihadapi saat ini kata dia, masih banyak masyarakat yang tidak jujur pada saat berobat mengenai gejala yang dirasakan dan sebelumnya sudah dari mana saja. “Banyak warga yang berobat sering tidak jujur dari mana saja sebelum sakit, jadi kita sulit dia termasuk ODP atau bukan,” terangnya.

Sementara di Puskesmas Tanah Sareal, Kota Bogor pelayanan tetap berjalan seperti biasanya dengan menerapkan SOP Screening Covid-19.

Kepala Puskesmas Tanah Sareal, Maria Yuliana mengatakan, saat pandemi Covid-19 kunjungan warga yang ingin berobat menurun hingga 50 persen yang awalnya rata-rata perhari ada 250 pasien.

Dia menjelaskan, prosedur jika warga yang ingin berobat harus mengikuti pemeriksaan suhu tubuh, wajib menggunakan masker, menggunakan hand sanitizer/cuci tangan, duduk berjauhan di ruang tunggu dengan menerapkan physical distancing. “Jadi, kalau ada yang batuk pilek kita pisahkan, jika tidak pake masker kita berikan masker,” ujar Maria.

Pihaknya juga terus menghimbau dan mengingatkan warga melalui pesan suara agar tetap menjaga jarak (physical distancing) dan jika tidak terlalu penting jangan datang ke puskesmas agar tidak terpapar Covid-19.

Ia juga menceritakan ada pasien yang datang ke Puskesmas Tanah Sareal yang ternyata positif Covid-19 dan tidak lama meninggal dunia.

“Kami pernah tidak menduga ada pasien yang positif Covid-19 dan nggak lama meninggal dunia. Dari situ kami belajar bahwa Covid-19 itu ada yang tidak menunjukan gejala. Jadi kami akhirnya memutuskan semuanya menggunakan APD sekali pakai, khawatir juga kita bawa ke keluarga,” jelasnya.

Dia juga membagikan kisah suka dukanya saat pandemi Covid-19 ini. Sukanya masih banyak orang yang peduli terhadap tenaga kesehatan. Namun dukanya ia dan tenaga medis lain harus menahan haus, lapar hingga menahan buang air kecil/besar berjam-jam demi menghemat APD sekali pakai.

“Suka dukanya sebenarnya banyak dukanya, tetapi kami tetap semangat karena masih banyak diluar sana yang peduli sama orang kesehatan, buktinya donasi terus mengalir, mulai dari makan ringan, vitamin, APD sampai ada warga yang membawa bunga. Itu luar biasa yang membuat kami senang,” katanya. (kot) #mediamelawancovid