by

Bawa Buldozer dan Senjata Api, Peternakan Ayam Dihancurkan

-Hukum-460 views

Hallobogor.com, Citeureup – Ribuan ayam berteriak-teriak dan kocar-kacir, saat peternakan ayam berkapasitas 16.000 ayam ini porak-poranda diseruduk buldozer yang masuk ke area peternakan tanpa izin.

Peternak ayam dan karyawannya dikagetkan dengan datangnya serombongan orang dan alat berat dikawasan Desa Hambalang, Citeureup, bahkan dalam waktu singkat kandang ayam yang berukuran ratusan meter tersebut rata dengan tanah.

Ini namanya main hakim sendiri. Di era kepemimpinan Kapolri Jenderal Idham Aziz yang ingin menegakkan hukum menjadi panglima, masih saja ada aksi-aksi premanisme.

Penanggung jawab peternakan ayam H. Dedi mengatakan, pada pukul 09:30 wib, puluhan orang dan satu unit alat berat masuk ke area peternakan dan menghancurkan kandang ayam sekaligus belasan ribu ekor ayam dan beberapa bangunan yang ada di lokasi tersebut.

“Pagi itu ketika saya masuk ke area peternakan sudah datang puluhan orang dan satu buldozer masuk ke area sini dan menghancurkan kandang,” kata kata Dedi, kepada wartawan, diarea peternakan, Desa Hambalang Kabupaten Bogor, Jum’at (24/07/2020)..

Masa yang datang ke lokasi ini lanjut Dedi, semuanya berpakaian preman, salah satu dari masa tersebut sempat mengeluarkan senjata api, namun tidak tahu mereka berasal dari mana karena mereka berpakaian preman.

Pihaknya tidak bisa mencegah dan mempertahankan karena jumlah terlalu banyak, dan karyawan juga tidak bisa berbuat banyak.

“Dengan dihancurkannya kandang ayam dan isinya tersebut saya akan meminta ganti rugi bagaimanapun caranya, karena untuk membuat ini memerlukan modal, dan tanah yang ditempati saya beli dan ada bukti pembelianya,” ujar Dedi.

Akibat dari penghancuran kandang ayam berserta isinya tersebut menelan kerugian kurang lebih 2 Milar rupiah. H. Dedi menduga rombongan itu berasal dari PT Buana Estate dan Sentul.

Sebelum dihancurkan, lanjut Dedi, pihaknya menerima pemberitahuan untuk pengosongan lahan berupa surat somasi agar dikosongkan lahan tersebut dengan waktu 1 hingga 2 hari dengan alasan yang tidak jelas.

Dedi sendiri tidak tahu apa yang dilanggarnya namun belum sempat membalas somasi tersebut, lahan dan kandang ini sudah dihancurkan.

“Saya berharap dengan peristiwa ini, saya ingin diselesaikan dengan jalur hukum, karena kerugian yang diterima bukan jumlah kecil, terutama dengan tenaga kerja mereka akan kehilangan mata pencaharian,” tandasnya. (dns)