by

Belum Sepakat dengan Warga, Lahan Seluas 112 H Tetap Dieksekusi

Hallobogor.com, Citeureup – Awalnya lahan seluas 112 Hektar ini adalah eks HGU PT Buana Estate, kemudian digarap oleh para petani di wilayah Desa Hambalang sejak puluhan tahun, namun kini tanpa ada pemberitahuan yang jelas lahan ini dieksekusi.

Eep Effendi salah satu penggarap lahan di wilayah jalan Puncak dua mengatakan, sejak tahun 2000 saya sudah melakukan upaya-upaya pengembalian hak ini agar kembali kepada masyarakat.

“Saya juga sebagai penggarap sudah menggarap selama puluhan tahun secara turun temurun, kemudian melakukan upaya-upaya baik secara hukump juga mengadukan ke wakil rakyat.” katanya.

Baca : Bawa Buldozer dan Senjata Api, Peternakan Ayam Dihancurkan

Dia menjelaskan, berbagai upaya, mulai dari Kecamatan, Pemda, DPRD kemudian ke BPN, hingga ke DPR-RI semuanya sudah dilakukan, dia juga mengaku sudah mempunyai surat keputusan pada tahun 2004 dari Bupati Bogor pada waktu itu dijabat oleh H. Agus Utara Effendi.

“Beliau menyatakan bahwa permohonan perpanjangan HGU PT Buana Estate seluas kurang lebih 400 Hektar dikecualikan seluas 112 Hektar yang sekarang diduga dihancurkan oleh PT. Buana Estate,” kata Eep kepada wartawan, Sabtu (25/07/2020).

Tanpa sepengetahuan kami HGU PT Buana Estate ini telah diperpanjang, tidak diketahui siapa yang melakukan hal tersebut, yang pasti disini telah dilakukan eksekusi lahan yang sebelumnya tidak konfirmasi atau pun mediasi terlebih dahulu seperti atau lain sebagainya, bahkan belum ada kesepakatan antara pihak PT Buana Estate dengan masyarakat.

Eep menambahkan, berdasarkan data di lapangan, bahwa, lahan garapan ini milik Gamawan Fauzi mantan menteri dalam negeri (Mendagri) yang diteruskan kepada pihak Sentul City yang bekerja sama dengan PT. Buana Estate dan melakukan eksekusi lahan, tandasnya. (dns).