by

Benarkah, di Kebon Raya Bogor Ada Makam Istri Prabu Siliwangi?

-Budaya-5,530 views

Hallobogor.com, Bogor Tengah
Setiap orang pasti pernah dengar atau mungkin pernah berkunjung ke Kebun Raya Bogor (KRB), yang merupakan salah satu tempat pariwisata kebanggaan orang Bogor.

Tetapi, mungkin hanya sebagian orang saja yang tahu bawa di dalam area Kebun Raya Bogor, tepatnya di seberang jembatan gantung yang menjadi salah satu icon Kebun Raya, terdapat empat makam yang dikeramatkan.

Berada di dalam kompleks pemakaman kecil seluas sekitar 200 meter persegi yang dilindungi pagar besi tak jauh dari Jembatan Merah Gantung di KRB.

Baca : Apa dan Siapa Prabu Siliwangi, Raja Kerajaan Pajajaran yang Termashur

Makam-makam itu diyakini sebagai makam Ratu Galuh Mangku Alam (istri Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran), makam Mbah Baul (Patih Kerajaan Pajajaran), makam Mbah Jepra (Panglima Perang Pajajaran, serta Solendang Galuh Pakuan.

Baca juga : Fakta dan Cerita Seputar Prabu Siliwangi dan Kerajaan Pajajaran

Petunjuk pun nampak terlihat jelas, terpangpang di plang yang ada di area komplek makam, bahwa situs makam kramat ini adalah termasuk cagar budaya yang di lindungi oleh Undang-undang.

Juru kunci makam keramat ini adalah Abdurrahman yang merupakan keturunan kedua dari juru kunci makam keramat di kawasan ini.

Sebelumnya yang menjadi juru kunci makam adalah H Rahmat, ayah dari Abdurrahman. Sedangkan yang menjadi perawat makam keramat saat ini dipegang oleh Atmawijaya dan Ugan, yang masih ada hubungan saudara dengan sang juru kunci.

Baca juga : Panca Pandawa Ban Bumi, Menghitung Angka di Prasasti Batutulis

Juru kunci Abdurrahman menjelaskan, keempat makam ini merupakan bukti sejarah adanya kekuasaan Kerajaan Padjajaran di Kota Bogor.

“Makam keramat ini sering didatangi oleh pengunjung. Tujuan dari mereka pun bermacam–macam,” ungkap Abdurahman.

Kompleks makam terletak di dasar sebuah tebing, di bagian belakang kompleks Istana Bogor. Dua batang pohon setinggi puluhan meter dari jenis Ferminalia lellirica dan Ficus magnoliaefolia blume bahkan tampak tumbuh di balik pagar, di dalam kompleks makam.

Dulu, saat malam, komplek Makam Ratu Galuh selalu dihindari satpam Kebun Raya. Bukan karena jauh atau gelap, tetapi nuansa berbeda dirasakan ketika melangkahkan kaki menuju makam yang berada dekat dengan Jembatan gantun merah ini.

Pernah juga ada seorang peziarah yang datang tengah malam untuk berdoa di makam istri Prabu Siliwangi ini. Tapi niat itu harus diurungkan, karena ada dua hewan putih dengan loreng hitam menjaga jalan menuju makam. Katanya harimau putih punyanya Prabu Siliwangi.

Bukan hanya itu, pernah ada satpam dikejar kelelawar raksasa di area komplek makam tersebut.

“Sayapnya kalau dilebarkan bisa sampai enam meter, selebar jalan lebih gedenya aja hampir sama kaya orang.

Kini sudah tidak ada lagi penampakkan di area sekitar komplek makam kramat. Pasalnya, orang sekarang udah gak suci lagi niatnya kalau mau ke makam.
Dulu katanya Ratu Galuh sering nampak menggunakan pakaian kebaya, layaknya seorang ratu.

Selain itu, tidak ada lagi peziarah yang datang malam hari, karena sejak Presiden Jokowi tinggal di Istana Bogor, Kebun Raya Bogor dan terutama tempat-tempat tersebut menjadi terutup di malam hari. (yan)

Alamat : Kebun Raya Bogor, Jalan Otto Iskandardinata No 13, Bogor, Jawa Barat.

Napak Tilas Karuhun : Punya kisah dan cerita seputar Kerajaan Pajajaran dan Prabu Siliwangi atau ingin meluruskan sejarah — jika ada koreksi. Atau punya versi lain, karena bisa jadi cerita berasal dari mulut ke mulut secara turun-temurun. Tulis dan kirimkan kepada redaksi atau hubungi whatsApp kami. Haturnuhun