by

Beras Bantuan DPKP Rusak, KAMMI Ingatkan Pemkot Begini

Hallobogor.com, Bogor Tengah – Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Daerah Bogor melakukan aksi demonstrasi di 2 kantor pusat Pemerintah Kota Bogor, yaitu Kantor Wali Kota dan Kejaksaan Negeri (sebagai tempat teatrical).

Dalam hal ini KAMMI Daerah Bogor yang menyuarakan kekecewaan masyarakat Kota Bogor atas pemberian Bantuan Sosial Pangan, menyatakan bahwa Beras yang diberikan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) merupakan Beras yang sudah rusak (tidak layak konsumsi).

“Kami pertanyakan profesionalitas dan integritas PEMKOT atas pelaksanaan pemberian BPNT oleh DPKP. Tindakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sudah melanggar UU 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Walikota Bogor Nomor 85 Tahun 2018 tentang Penyediaan dan Penyaluran Cadangan Pangan Pokok Daerah,” kata Koordinator Aksi Budimansyah.

Baca : Warga Bisa Tukar Bantuan dari DKPP, Jika Terima Beras Kurang Bagus

Padahal, menurut Budi, di dalamnya telah mengatur mekanisme belanja beras untuk BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), distribusi hingga karakteristik Beras yang layak konsumsi bagi Masyarakat (khususnya Kota Bogor).

Terkait hal tersebut, Aliansi KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Daerah Bogor menyampaikan secara terbuka dalam 3 Tuntutan yang harus di realisasikan, yaitu :

  1. Walikota Bogor (PEMKOT) harus Bertanggung Jawab atas Masyarakat yang menjadi korban atas penerima Beras Rusak DPKP (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan)
  2. Walikota Bogor (PEMKOT) dan Kejaksaan Negeri harus menyelesaikan kasus Pendistribusian dan Belanja Beras DPKP (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan) segera
  3. Walikota Bogor (PEMKOT) segera Memanggil, Memeriksa dan Mengevaluasi Ka. DPKP dan Kabid. Distrubusi Pangan.

“Demikian yang dapat kami sampaikan. Apabila tidak dilaksananakan Walikota Bogor (PEMKOT) maka selanjutnya kami akan berlangsungkan aksi susulan dengan jumlah massa yang lebih banyak hingga tuntutan dapat direalisasikan,” kata Budi. (*/bud)