by

Berkah Saat Pandemi, Petani Tanaman Hias Puncak Banjir Order

-Usaha-919 views

Hallobogor.com, Cisarua – Pandemi Covid 19 tidak menyurutkan semangat para petani maupun pedagang tanaman hias di Puncak, meskipun covid – 19 telah meluluhlantahkan perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Semua aktifitas dibatasi, yang berpengaruh pada pergerakan ekonomi masyarakatnya.

Juga berimbas sampai pada Anggaran Negara yang semestinya untuk pembangunan saat ini untuk penanganan covid, baik APBN maupun APBD dikonsentrasikan untuk penanganan pencegahan penyebaran virus, dari mulai untuk penyediaan alat alat kesehatan, bantuan sosial dan lain – lain.

Namun hal demikian tidak dirasakan oleh pelaku usaha tanaman hias koleksi. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, perkembangan penjualan tanaman hias terus meningkat di tengah masa pandemi,

“justru para petani mengalami penjualan yang sangat tinggi. Ini tidak lepas dari permintaan jenis tanaman hias tertentu keluar negeri atau eksporini berlangsung hingga hari ini,” kata Sunyoto salahse orang petani tanaman hias asal desa Citeko, kecamatan Cisarua.

Sunyoto mengungkapkan, jenis tanaman hias yang kemarin didominasi Jenis Aroid, seperti yang di kenal dengan nama Janda Bolong khususnya yang Varigata, juga jenis jenis Pilo dan monstera. Kini jenis – jenis yang lain juga ikut terdongkrak pangsa pasarnya.

Diantaranya yang saat ini menjadi perburuan adalah, jenis Anthurium berbagai jenis, Aglaonema, Sansivira dan Singonium. Akibat barang di ekspor, stok di para pedagang semakin menipis, dan semakin susah mencarinya, karena sebelumnya tidak banyak petani yang produksi, namun hanya mengandalkan pencarian dari para pedagang, rumah – rumah warga dan Villa – villa.

“Harganya pun juga semakin melejit, diantaranya yang mengalami peningkatan harga signifikan adalah jenis Anthurium mangkok, varigata, Cobra, Corong, dan jeni jenis anthurium lama lainnya. Dari jenis Aglaonema yang paling banyak di cari adalah jenis Red Sumatra,” katanya.

“Yang sebelumnya anakan 3 daun harga 25 ribu, kini mencapai 60 ribu. Lalu jenis Philo Verrokosum, Philo Plomanii, dan Melano. Harga per daun Verro kosum mencapai 400 rb, sementara Plomanii mencapai 200 rb dan Melano mencapai 150 ribu,” tambahnya.

Jadi jika usaha di bidang lain mengalami kontraksi akibat Covid 19, para petani Tanaman Hias Koleksi malah panen pundi – pundi rupiah,” Tambah Dia.

Hal senada dikatakan pedagang tanaman hias di kawasan wisata Puncak, Deni Arko, mengaku, selama ini omset perbulan bisa mencapai 20 – 40 juta.

“Kira – kira sekitar 20 – 40 jutaan lah omset masuk. Tapi itu kan kita belanjakan lagi. Kalau saya selama ini dominan bermain di jenis Anthurium, tapi jenis – jenis lain juga kita beli dan jual. Alhamdulilah cepat sekali putarannya” ujar Deni.

Selama ini petani tanaman hias di kawasan Puncak Bogor, hanya berjualan di rumah masing – masing. Hampir tidak ada yang mempunyai lapak di pinggir jalan. Jadi kalau tidak kenal maka akan susah menemukannya. Tapi karena pasar tanaman hias sekarang sudah online ditambah lagi jaringanya sudah kuat, maka petani atau pedagang tidak mengalami kesulitan dalam menjual tanamannya.

“Jadi ini menjadi fenomena tersendiri yang bisa menginspirasi kita semua dalam berusaha. Tanaman yang kadang kita sisihkan, ternyata menjadi penolong di kala susah. Dan untuk bertani pun tidak harus dengan lahan yang luas,” pungkasnya. (wan)