by

Besok Sidang Lagi, Kasus Investasi Tiket Bodong Terus Bergulir

Hallobogor.com, Ķota – Kantor Pengadilan Negeri (PN) Bogor pada Selasa (10/3/2020) kembali menggelar sidang keempat atas kasus penipuan investasi tiket bodong dengan agenda menghadirkan tiga saksi.

Roosman Koeshendarto (salah satu korban penipuan, Sabrina Yudhastinasyah dan juga Ferry Kurniawan mereka tiga saksi sekaligus korban penipuan yang dilakukan oleh tersangka Riska Mawarsari (RM).

Kuasa Hukum Roosman Koeshendarto, Khusnul Naim, mengatakan, sidang kasus penipuan investasi tiket bodong yang dilakukan RM (terdakwa) terhadap kliennya memang sedikit berbelit-belit dalam menuangkan pertanyaan.

BacaFokushukum.com – Berita dan informasi terkini seputar dunia hukum

“Dalam pengamatan saya sudah jelas data realnya. Namun kadang-kadang ada pertanyaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengarah kepada Feri tapi (faktanya) yang disuruh jawab Pak Roosman sebagai klien saya. Disitu saya kaget. Apa kapasitas untuk menyampaikan hal itu, tetapi yang harus menjawab adalah yang bersangkutan,” ucap Khusnul usai mengikuti persidangan.

Khusnul juga mengindikasikan adanya perlakuan khusus kepada terdakwa yang diperbolehkan keluar melalui pintu belakang, menurut nya itu melanggar Standar Opertion Procedure (SOP) dan prosedur tetap (Protap)

“Seharusnya tidak boleh keluar melalui pintu tersebut sehingga membuat para korban yang ada dipersidangan berasumsi bahwa ada perlakuan khusus kepada terdakwa, Jika dibuka dari CCTV, mungkin siapa yang mengarahkan terdakwa untuk mengamankan melalui pintu belakang akan terlihat jelas,” ujarnya.

Dalam penjelasannya menurut Khusnul, seluruh terdakwa atau tersangka yang ada dipersidangan harus mengikuti prosedur yang berlaku dan Protap yang ada dipengadilan, terkait keluar masuknya dan alur yang sudah di tentukan.

“Itu hal kecil, wajar jika saya menyimpulkan bahwa ada perlakuan khusus terhadap RM. Hanya saja ketua majelis hakim telah mengetuk palu dan itu diluar kewenangan dari pengadilan atau hakim,” tuturnya.

Khusnul menambahkan, untuk sidang berikutnya, kasus tersebut akan kembali digelar pada Kamis, 11 Maret 2020 dengan menghadirkan dua atau tiga saksi tambahan.

“Mudah-mudahan saksi tiga tadi nanti pertanyaan dan jawabannya sudah sangat apa adanya, dan semuanya memberatkan kepada terdakwa,”

“Kamis nanti kita tunggu lagi saksi lainnya yang akan diperiksa, dan mudah-mudahan juga itu menjadi pemberat serta menjadi maksimal dalam putusan nanti pertimbangan hakim untuk memutuskan terdakwa,” ujarnya.

Dalam kasus itu, dapat saja mengarah pada tindak pidana pencucian uang, di mana saat ini ada pelaporan yang sedang diproses di Polda Jabar.

“Dalam waktu dekat ini akan ada laporan yang langsung terkait tidak pidana pencucian uang. Kalau di dalam persidangan ini mudah-mudahan hakim juga akan memberikan pertimbangan dalam putusan tindak pidana pencucian uang, walaupn laporannya itu pasal 378,” tegasnya. (den)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.