by

Bisa untuk Program Padat Karya Atasi Covid-19, Dana Desa Jangan Ditahan

Hallobogor.com, Cisarua – Dana Desa (DD) tahap satu di tahun 2020 ini sudah dikucurkan ke setiap desa, termasuk ke desa-desa yang ada di Kecamatan Cisarua dan Megamendung. Tetapi, meskipun dana untuk pembangunan itu sudah diterima oleh setiap desa, hanya beberapa desa saja yang sudah menerapkan keuangan DD tersebut.

Untuk Kecamatan Cisarua, baru Desa Cilember yang terlihat melaksanakan pembangunan di desanya. Yakni pembangunan tembok penahan tebing dan beberapa kegiatan pembangunsn lainnya.

“Sudah kami terapkan DD tahap satu, karena semuanya sudah terprogramkan,” kata Kepala Desa Cilember, Suhendi Hopenier.

Sementara itu desa yang lainnya hingga kini masih banyak yang mengendapkan uang DD dibank. Alasan para Kepala Desa menahan DD untuk diterapkan ke fisik pembangunan, mereka masih memantau situasi perkembangan wabah virus korona.

“Dana desa itu belum diterapkan, kami masih terfokus dan memantau perkembangan virus korona,” ujar Kepala Desa Leuwimalang, Yayan Nuriyana, melalui pesan singkatnya.

Dan di desa lain di Kecamatan Megamendung, Desa yang sudah menerapkan anggaran DD baru tiga desa, yakni Desa Sukagalih, Sukakarya dan Desa Sukamanah. Desa desa lainnya masih menahan anggaran untuk pembangunan itu.

Beberapa pengamat menilai, penahanan keuangan DD oleh beberapa desa, merupakan hal yang kurang tepat. Karena, di anggaran DD itu memiliki nilai padat karya untuk masyarakat.

“Gubernur Jabar pernah mengemukakan ditengah pandemik covid 19 ini masyarakat bisa bekerja melalui padat karya dengan menjalankan program pembangunan di anggaran DD,” ujar Suhendar, salah seorang warga yang terus memantau program DD. (dang)