by

BPJS Nunggak 15 Milyar, RSUD Ciawi Tetap Layani Pasien Seperti Biasa

Hallobogor. com, Kabupaten – Putusan Mahkamah Agung (MA). kenaikan iuran lewat pembatalan, Perpres No. 75 Tahun 2019, tentang Jaminan Kesehatan, tidak mempengaruhi terhadap pelayanan Rumah Sakit (RS).

“Rumah sakit hanya memberikan pelayanan, dan melaksanakan apa yang seharusnya dilakukan kepada pasien. Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS),” kata Muhamad Tsani Musyafa, Dirut RSUD Ciawi.

Menurutnya, pihak rumah sakit tetap berkomitmen, dan berpikir positif kepada pemerintah yang akan mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tunggakan iuran BPJS.

Tidak akan mengurangi porsi apapun mengenai perubahan kebijakan yang telah di batal kan MA. Rumah sakit akan tetap melayani pasien BPJS.

“Kami percaya bahwa, pemerintah akan mencari jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tunggakan BPJS. Meskipun, harus kami akui hingga saat ini RS Ciawi masih memiliki tunggakan sekitar 15 miliar dengan BPJS,” ungkapnya, Rabu (11/3/2020).

“RS Ciawi sendiri sudah melakukan upaya dan memperhitungkan sedemikian rupa akan adanya pembatalan iuran BPJS. Sehingga, hal yang berkaitan dengan kondisi baik yang menyangkut keuangan maupun manajemen masih dalam keadaan stabil,” ujarnya.

Dirut RS itu pun menegaskan, bahwa rumah sakitnya masih dalam keadaan aman. Bahkan tetap melayani pasien, entah itu yang punya masalah dengan BPJS atau tidak.

“Yang pasti tetap melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai rumah sakit. Perlu diketahui bahwa. BPJS itu pelayanan masyarakat yang melibatkan tiga pihak, yakni rumah sakit, BPJS dan juga masyarakat,” tegasnya.

Sehingga semua pihak yang terlibat didalamnya dapat melaksanakan hak dan kewajibannya, agar ketika ada permasalahan dapat diselesaikan bersama. (wan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.