by

Buka Musda XIV Pramuka Jabar di Kota Bogor, Gubernur Pesan Ini

Hallobogor.com, Bogor Utara – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor dinobatkan sebagai Kwarcab Tergiat Pertama tahun 2015-2019 tingkat Jawa Barat. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua Kwarda Jawa Barat Dede Yusuf Macan Effendi dan Gubernur Jawa Barat yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Jawa Barat Ridwan Kamil kepada Ketua Kwarcab Kota Bogor Ade Sarip Hidayat dan disaksikan oleh Wali Kota Bogor yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kota Bogor Bima Arya di Bogor Raya Lakeside, Kota Bogor, Rabu (7/10/2020).

Selain itu, Kwarcab Kota Bogor juga meraih penghargaan diberbagai kategori berbeda, yakni Kwarcab Tergiat I Kategori A, Kwarcab Tergiat I Bidang Kepramukaan dan Saka, Kwarcab Tergiat I Bidang Organisasi, Kwarcab Tergiat II Bidang Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian, Kwarcab Tergiat II Bidang Pengabdian Masyarakat dan Hubungan Masyarakat serta Kwarcab Tergiat III Bidang Administrasi, Kerjasama, Keuangan dan Usaha.

Dalam sambutannya, Bima Arya mengucapkan selamat datang bagi para peserta Musda di Kota Bogor. “Terimakasih Kak Ridwan Kamil, Kak Dede Yusuf atas kesempatan yang diberikan bagi Kota Bogor untuk menyelenggarakan ini. Tentu mengalami banyak penyesuaian dibanding konsep awal yang kita rencanakan bersama-sama. Namun, Insya Allah dengan segala keterbatasan kita bisa menggelar acara Musda yang Insya Allah menghasilkan banyak maslahat bagi Gerakan Pramuka di Jawa Barat,” ungkap Bima.

Menurut Bima, tantangan terbesar Gerakan Pramuka itu dua hal. “Pertama adalah meletakan Gerakan Pramuka dalam konteks kekinian. Jadi, tidak terkesan jadul, tidak terkesan oldskull, tapi nilai-nilai itu diletakan dalam konteks kekinian dengan memanfaatkan semua kanal yang ada,” kata Bima.

“Tantangan kedua adalah mengembalikan khittah Gerakan Pramuka. Back to nature, kembali ke alam, menyatu dengan alam. Karena passion dari Pramuka adalah itu. Dua hal itu yang kami kira terlihat diikhtiarkan dengan luar biasa oleh Kak Dede Yusuf selama 10 tahun kepengurusannya,” tambahnya.

Bima menilai, di bawah kepengurusan Dede Yusuf, Pramuka Jawa Barat telah melakukan inovasi dan kreasi sehingga membuat Pramuka ini kekinian. “Tidak hanya dalam hal yang sifatnya simbolis, kostum, atribut, tetapi nilai-nilai dalam ragam kegiatan. Dan kami pun melihat bagaimana Kak Dede berhasil untuk melakukan penetrasi ke dunia maya, ke sosial media, tim kreatif dan lain-lain. Karena itulah yang dibuktikan,” terang Bima.

Ia berharap, dua hal tadi bisa dilanjutkan dan dikembangkan oleh kepengurusan baru yang terpilih dalam Musda tersebut. “Siapapun itu, tapi kita berharap ke depan Gerakan Pramuka Jawa Barat harus menjadi yang paling milenial di Indonesia. Dengan tokoh-tokoh yang paham bagaimana membangkitkan passion anak-anak muda untuk masuk ke Gerakan Pramuka dengan cara-cara milenial,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Ridwan Kamil memberikan sejumlah petuah kepada jajaran Pramuka Jabar dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Pramuka Jawa Barat.

“Jangan pernah lupa dasar hidup kita ini adalah kebermanfaatan. Dalam Islam manusia terbaik adalah manusia yang bermanfaat. Maka definisi kebermanfaatan tidak ada batasnya. Jadi, kalau Kak Bima Arya menyatakan kita harus relevan itu artinya kita harus cari ladang-ladang kebermanfaatan di zaman yang sudah berubah, yang membawa hidup kita menjadi berbeda dengan adaptasi-adaptasi,” ungkap Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

“Kalau ditanya apa yang baru dari Pramuka, ya kami mencari kebermanfaatan baru. Kalau pola lama terlihat kurang relevan, maka kita bikin relevan. Kalau tadi kebermanfaatannya harus dalam gaya milenial, ya kita bergeser membawa kebermanfaatan itu. Jadi saya mengingatkan, apa itu dasar eksistensi Pramuka di mata saya, yakni kebermanfaatan kepada masyarakat,” tambahnya.

Emil juga menyebut bahwa kepemimpinan terbaik adalah keteladanan. “Tidak usah banyak omong, tidak usah banyak kutip-kutip, tidak usah banyak berargumentasi. Dari lisannya, sikapnya, gesturnya, ibadahnya bisa menjadi contoh. Maka sudah betul ada Pramuka-Pramuka posisinya di depan, berteriak memimpin, ada pramuka yang posisinya di tengah mendorong untuk bergerak semua pasukannya tidak boleh ada yang ketinggalan dan ada pramuka-pramuka di belakang yang menasihati, memotivasi, tentunya yang senior-senior untuk menggerakan peradaban,” terangnya.

Selain itu, Emil menitipkan 4 nilai kepada kepengurusan baru dan harus ada dalam diri Pramuka. “Pertama pramuka harus punya physical quotient (PQ). Fisiknya harus sehat, tidak bisa menjadi bermanfaat kalau tidak sehat. Tidak boleh ada stunting-stunting lagi di Jawa Barat. Mari kita bernatas, kita bantu melalui Gerakan Pramuka,” katanya.

“Kedua, intelligence quotient (IQ). harus pintar. Asupannya adalah belajar. Jangan pernah berhenti belajar. Di tengah kesibukan saya, hari ini saya kuliah lagi di Amerika Serikat. Kuliah online. Karena jarak tidak jadi batas. Saya kuliah lagi judulnya global politik dan bisnis. Poinnya apa? Supaya IQ terus menerima asupan ilmu, jangan bilang sudah senior, sudah pensiun, tidak. Jangan berhenti dalam belajar,” ujar dia.

“Yang ketiga, emotional intelligence (EQ) atau akhlak. Akhlak ini penting bahkan dalam hadistnya akhlak ini lebih penting dari ilmu. Buat apa pintar tapi sombong. Hari ini kita mendapati di media banyak orang pintar tapi merendahkan sesama manusia. Bilang macam-macam. Ada yang bilang dungu, dan lain-lain. Hal-hal itu yang harus kita hindari, kuncinya adalah akhlak,” imbuhnya.   

“Yang terakhir, adalah spiritual quotient (SQ). Kita harus sehat, cerdas, berakhlak, bisa berargumen tapi rajin ke masjid, ibadah, mengaji. Jadi saya titip 4 nilai PQ, IQ, EQ, SQ itu harus dimiliki sebagai kualitas unggulan Pramuka Jabar,” katanya.

Sementara itu, mantan Ketua Kwarda Jabar Dede Yusuf pun mengaku merasakan kebersamaan dan kegotongroyongan yang tinggi dalam kegiatan Pramuka di Jabar. Untuk itu, ia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak mulai dari Kwartir Cabang kabupaten/kota se-Jabar serta pihak lainnya yang telah mendukung Kwarda Jabar di masa kepemimpinannya.

“Sepuluh tahun saya rasa bukan waktu yang sedikit ataupun terlalu lama. Namun, saya merasakan keguyuban, kegotongroyongan, kesetiaan kepada girah Pramuka,” ujar Dede.

Ia menegaskan, hal yang terpenting dalam Gerakan Pramuka adalah bisa membantu negara dalam berbagai hal, salah satunya di masa pandemi COVID-19 saat ini.

Terkait hal itu, Dede berujar, Gerakan Pramuka di Jabar harus bisa membantu anggota dalam pekerjaan. Karena menurutnya, tantangan yang akan dihadapi Gerakan Pramuka pascapandemi adalah penciptaan lapangan pekerjaan.

“Selama sepuluh tahun ini, Kwarda Jabar telah bekerja sama dengan berbagai lembaga, pihak swasta untuk bisa menggerakkan atau menyalurkan adik-adik Pramuka masuk ke lembaga atau kegiatan pemerintahan atau swasta,” ujar Dede.

“Total, saat ini ada mungkin lebih dari 5.000 adik-adik yang berhasil kita salurkan baik itu di perbankan, sektor koperasi, Bawaslu, Badan POM, dan lainnya. Kami harapkan ke depan, Insyaallah adik-adik Pramuka kita, Penegak dan Pandega, siap mendukung pemerintah, terutama dalam program yang melibatkan masyarakat,” pungkasnya.

Dalam Musda tersebut, Atalia Praratya yang merupakan istri dari Gubernur Jawa Barat Ridwan kamil terpilih sebagai Ketua Kwarda Jawa Barat periode 2020-2025 menggantikan Dede Yusuf. (bgr)