by

Bukan Pemkot Ingkar Janji, tapi Peserta Pawang 1678 yang Berubah-ubah

Hallobogor.com, Bogor – Pemerintah Kota Bogor merespon secara serius tudingan organisasi Pawang 1678 dan Tim Advokasinya yang menyebut bahwa para pejabat Pemkot Bogor melakukan perbuatan ingkar janji.

Melalui Asisten Daerah II Kota Bogor, Dody Ahdiat, Pemkot Bogor melakukan klarifikasi sekaligus membantah tudingan tersebut. Pihak Pemkot Bogor tidak mengingkari janji terhadap pertemuan dengan paguyuban Pawang tersebut dengan alasan protokol Covid 19.

Menurut Dody, yang sesungguhnya terjadi adalah adanya penambahan dan pengurangan para peserta rapat dari pihak paguyuban yang berubah-ubah, sehingga otomatis harus mencari tempat yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca : Merasa Dipermainkan Pejabat, PKL Lawang Saketeng & Pedati Kecewa

”Perubahan tempat semula akan dilaksanakan di Warung Ngariung kami pindahkan. Mengingat dari rekan-rekan paguyuban yang kami minta dihadiri oleh perwakilan paling banyak 5 orang, bertambah menjadi 20 orang yang terakhir info dari mereka jadi 13 orang,” kata Dody Ahdiat via pesan singkat via whatsApp, di Bogor, Rabu (8/7/2020)

“Kami memperhatikan jumlah orang yang akan datang jadi bertambah banyak, mengingat masa pandemi Covid 19, juga untuk mematuhi protokol kesehatan maka kami merubah pertemuan ke tempat yang lebih luas di Kantor Camat Bogor Tengah”, tambahnya.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) Lawang Saketeng dan Pedati yang tergabung dalam Pawang 1678, mengungkapkan kekecewaannya. Mengapa?

Para pedagang kecil itu merasa dipermainkan oleh para pejabat Pemkot Bogor yang ingkar janji, yang semula akan mengatur pertemuan antara pihak Pawang 1678 dengan pihak Pemkot Bogor. (*/bud)