by

Cafe Liar di Ciluer Meresahkan Warga, Pemdes Tidak Berdaya?

Hallobogor.com, Sukaraja – Warga masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, resah dan was-was apabila melintas di depan pasar Ciluer, terutama melintas lokasi yang dikenal dengan sebutan Ruko Dua Raja.

Sampai saat ini terlihat ada kafe- kafe dan tempat hiburan malam berupa biliard dan warung-warung tempat penjualan miras. Bukan itu saja, di situ juga berkeliaran wanita malam. Bagai jamur di musim hujan, cafe liar di Ciluer itu menggangu warga

“Kami warga disini pak, sangat kesal dengan adanya tempat mabok-mabokan itu di sana. Anak -anak kami kalau sudah habis magrib takut lewat situ pak banyak orang minum miras dan sering juga terjadi perkelahian dan berteriak-teriak meski sudah malam,” kata Asep, seorang warga.

Bukan hanya Asep, beberapa pedagang di pasar yang di temui wartawa juga mengeluhkan kondisi itu. Mereja juga heran kok petugas Polisi tidak bikin razia.

Sementara itu Kades Cimandala melalui Sekretaris Desa, Solihin mengatakan penjualan miras di Ruko Dua Raja itu, sudah berlangsung lama.

Pihaknya juga mengkhawatirkan pengaruh terhadap anak -anaknya, karena itu sebagai orang tua selalu memberi pengarahan kepada remaja remaja di desa Cimandala.

“Melalui kegiatan kegiatan yang mengatas namakan perkumpulan Satu Teras, kami selalu memberi pengarahan kepada remaja remaja agar jangan sekali-sekali mencoba coba pakai Narkoba” kata Solihin.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor belum bisa dihubungi, saat didatangi kantornya stafnya menyebut sedang keluar. Ketua LSM Peduli Masyarakat Bogor (PRB) M. Johan Pakpahan menyatakan belum bisa memberikan komentarnya, karena memang belum memantau.

“Tunggu saya turun dulu melihat lokasinya,” ujar Johan, terkait dugaan penjualan miras di Ruko Dua Raja dan perijinan tempat hiburan malam. (*/bud)