by

Catat, Ponpes yang Positif Covid, Wajib Perhatikan 3 Hal Ini

Hallobogor.com, Bandung – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya sudah mengambil kebijakan terhadap pondok pesantren di Kuningan dan Kota Tasikmalaya yang ada kasus positif. 

“Jadi, kebijakannya adalah kalau dites santri itu negatif Covid-19, maka dia dipulangkan ke rumah masing-masing. Kalau dia ditesnya positif tapi kalau gejala ringan itu dikarantina di pesantrennya, kalau yang agak parah ke rumah sakit,” ujar Ridwan Kamil. 

Menurut Ridwan Kamil, jika pesantrennya tidak memadai untuk karantina, maka Gugus Tugas Jawa Barat akan menyiapkan ruang-ruang karantina mandiri, seperti di Kota Tasikmalaya santrinya yang positif dikarantina di rusun milik Universitas Siliwangi. 

“Karantina sudah mulai kita lakukan dan mudah-mudahan kita bisa mencegah lebih baik,” kata Ridwan Kamil, saat rakor penanganan Covid-19 di pesantren bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia melalui telekonferensi dari Gedung Pakuan, Rabu (30/09/2020).

Dengan demikian menurut Ridwan Kamil, KBM tatap muka di dua ponpes tersebut diliburkan sementara karena asrama dipakai untuk isolasi mandiri dan santri yang negatif Covid-19 dipulangkan ke rumah masing–masing.  

“Jadi, kita ambil tindakan kemudian kita libur dulu selama empat belas hari untuk melakukan persiapan penanganan,” jelasnya.

Dalam rakor tersebut, Ridwan Kamil mengusulkan agar dana Rp2,6 triliun dari Kementerian Agama yang sedianya digunakan membangun infrastruktur pendukung pencegahan Covid-19 di pesantren, agar dialihkan untuk uji usap (swab/PCR) serta pelacakan kontak erat.

“Saya sampaikan juga ke Pemerintah Pusat bahwa ada dana Rp2,6 triliun itu kalau boleh kebijakan penggunaannya bisa dikaji ulang tidak hanya ke infrastruktur, tapi ke penanganan Covid-19 yang sifatnya urgent, yaitu pengetesan swab ataupun tracing,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar pada Juni 2020 lalu telah mengeluarkan Kepgub Jabar Nomor: 443/Kep.321-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Lingkungan Pondok Pesantren. Ponpes dapat menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka asal melaksanakan dengan baik aturan pencegahan dan penanggulangan, termasuk protokol kesehatan Covid-19. Sejauh ini baru baru dua ponpes yang ditemukan kasus positifnya. (jbr)