by

Curhat Mahasiswa Asal Bogor di Azerbaijan di Kala Pandemi Corona

-Kampus-187 views

Hallobogor.com, Kota – Vreng mahasiswi asal Kota Bogor, Jawa Barat, yang sedang menimba ilmu di salah satu perguruan tinggi swasta di Azerbaijan. Saat ini dia tengah menyusun tesis untuk gelar Master of Business Administration (MBA) di Kota Baku, Azerbaijan. 

Dia bersekolah bermodal beasiswa sebagian. Apalagi, dia mengaku termasuk mahasiswa yang dalam kategori kurang mampu dalam segi ekonomi. 

Semenjak pandemi virus korona (covid-19), Vreng dibayang-bayangi satu kecemasan. Apakah dirinya mampu bertahan menjalani masa karantina dengan kondisi keuangannya? Terlebih lagi, belum tahu kapan musibah korona ini berakhir.

Penutupan di Baku, Azerbaijan dimulai sejak 30 Maret hingga 20 April. Itu pun masih melihat perkrmbangan situasi dan kondisi. Sehingga, warga sama sekali tidak boleh ke luar kediaman. Seluruh toko, pasar, tempat makan, termasuk toko swalayan juga tidak melayani warga selain yang berbelanja secara daring. 

“Itu lama loh. Kita-kita tidak punya penghasilan,” ujarnya.

Belum lagi, ada beragam persoalan yang terjadi. Seperti, dirinya sudah kesulitan untuk mengambil sisa uang di bank melalui anjungan tunai mandiri (ATM). Pasalnya, setelah berkeliling di empat ATM, seluruh mesinnya tidak berisi uang lagi.

“Saya sudah enggak ada duit, sebab sisa 5 dolar saja enggak bisa diambil. ATM-nya kosong, uangnya selalu habis. Kalau begini kan saya enggak punya duit untuk beli makanan,” bebernya.

Teman-temannya yang biasa bisa bekerja part time, sekarang kehilangan penghasilan. 

Bagi mahasiswa magister berprestasi, pemerintah Azerbaijan memberikan tambahan 150 manat per bulan. Sedangkan biaya hidup di sana bisa 300 atau 350 manat dengan kondisi hemat.

“Itu paling ngirit ya. Sebetulnya biaya hidup yang cukup itu 400 manat per bulan. Saya tidak dapat uang tambahan itu,” ungkapnya.

Sebelum pandemi covid-19, nilai tukar 1 manat berkisar Rp8.250. Saat ini 1 manat menjadi Rp9.690.

“Sekarang 1 manat Rp9.690,50. Naik drastis. Kalau nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) di sini stabil tidak ada perubahan tehadap manat,” katanya.

Uang 300 manat tersebut, lanjutnya, digunakan untuk biaya atau bayar sewa kamar asrama, transportasi metro dan bus card, serta kebutuhan sehari-hari. Termasuk untuk makan.

Vreng sendiri saat ini mengaku menyewa kamar asrama paling murah dengan kondisi sempit. Per bulannya dia membayar 153 manat. 

Fasilitas kamar hanya internet, tisu toilet, dan mesin cuci. Satu kamar biasa diisi antara 2 hingga 4 orang. 

Vreng tidak bisa menutupi kecemasan untuk bertahan hidup. Karena biaya untuk hidupnya murni dari sisa tabungan hasil bekerja sebelum karantina di Azerbaijan. Dia juga tidak bisa mengandalkan kiriman dari orangtuanya di Bogor, karena kondisi mereka sedang sakit.

“Saya tidak dapat kiriman. Saya berusaha sendiri. Terakhir saya mengajar bahasa Inggris, satu bulan gaji 200 manat. Tapi sekarang tidak ada pemasukan, pakai tabungan pribadi sisa hasil kerja dulu. Tidak berani banyak-banyak minta orangtua soalnya dua-duanya sakit. Ayah saya mau operasi jantung,” ceritanya.

Sehingga, dia pun mulai mengurangi jatah makan untuk bertahan hidup. Seperti, bila dia biasa mengonsumsi makanan superirit di asramanya yang senilai 4 manat, kini dia membeli makanan versi sangat irit seharga 1 manat.

“Saya dikasih sama orang kantin asrama 1 atau 2 manat. Kalau dulu dengan harga isi menunya roti, kentang dan ayam. Tapi sekarang enggak dapat itu, karena bahan-bahannya juga naik,” ungkapnya.

Di sisi lain, Indonesia juga telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Walhasil, dirinya tidak bisa mudik.

“Mau mudik duit dari mana? Enggaklah. Kita stay. Yang jadi masalah ini kan saya harusnya tahun ini selesai. Kalau korona enggak beres-beres, saya tinggal d sini jadi buang-buang duit. Kita khawatir dong kelulusan mundur. Terus nanti bagaimana biaya hidup selanjutnya. Tapi ya bersyukur saja, semoga ada jalan keluar. Ini wabah cepat kelar,” pungkasnya, seperti dikutip Mediaindonesia.com. (med)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.