by

Dedie Minta Semua OPD Prioritaskan Permasalahan Anak

Hallobogor.com, Bogor Tengah – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengikuti rapat koordinasi (rakor) Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) tingkat Kota Bogor Tahun 2020, secara virtual di Posko Satuan Tugas Covid-19, Jalan Raya Pajajaran, Kamis (8/10/2020).

Dalam rakor yang didampingi Kepala DPMPPA Iceu Pujianti dan Kepala Bappeda Hanafi juga dalam rangka evaluasi capaian dan kebijakan Kota Layak Anak di masa pandemi Covid-19.

Usai rakor, Dedie menegaskan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tetap memprioritaskan permasalahan anak. Terutama ikut mendukung langkah – langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mewujudkan KLA.

“Kota Bogor saat ini sudah berada di level madya, dan kita tentu ingin maju lagi terus ke level utama. Karena sesuai dengan visi Kota Bogor adalah menjadikan kota ramah untuk keluarga,” kata Dedie.

Dimana kata Dedie, di dalam kota ramah keluarga itu disubstitusi menjadi kota ramah anak, disabilitas, dan lanjut usia (lansia). Ketiga hal itu kemudian harus digabung sebagai dukungan visi Kota Bogor.

Dengan begitu, Dedie meminta semua OPD memaksimalkan program yang berkaitan dengan layak anak. Bukan hanya OPD yang berkaitan, namun juga dinas dan instansi lainnya. Dedie mencontohkan sektor yang bisa dimasukkan program layak anak seperti sektor hotel dan restoran.

“Misalnya PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia), meminta bagaimana industri jasa perhotelan ini juga menunjang langkah – langkah itu. Mewujudkan kota ramah anak dengan cara menyediakan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan anak pada saat orang tua dan anak itu berada di dalam hotel,” jelas Dedie.

Dalam rakor, masih kata Dedie, pembahasan bukan hanya soal bentuk fisiknya saja. Melainkan juga pembangunan kebiasaan dan perilaku warganya itu sendiri. Artinya, bagaimana semua pihak bisa betul – betul memahami bahwa anak – anak adalah modal bangsa ini untuk terus berkembang.

“Anak ini harus kita berikan pendidikan yang layak. Kemudian kita harus bantu mereka untuk bisa mendapatkan hak anak yang sesuai. Ada aturan yang mengatur hak – hak dasar anak yang harus dipenuhi,” pungkasnya. (bgr)