by

DPRD Kabupaten Bogor Minta Belajar Tatap Muka Dikaji dengan Optimal

Hallobogor.com, Cibinong – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bogor, Agus Salim, menegaskan pendidikan di Kabupaten Bogor belum memungkinkan dilaksanakan melalui tatap muka. Melihat Kabupaten Bogor masih bestatus zona kuning penyebaran Covid-19. Untuk itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhati-hati dalam menerapkan kebijakan new normal/Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di bidang pendidikan. Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber pada Program Radio Parlementaria di Radio Tegar Beriman 95,3 fm Diskominfo Kabupaten Bogor, Rabu (17/6/2020).

“Status Kabupaten Bogor masih zona kuning, kita belum bisa mengambil keputusan menerapkan sekolah tatap muka. Seperti arahan Kemendikbu RI pun hanya daerah berstatus zona hijau yang diperbolehkan sekolah tatap muka. Nyawa dan kesehatan seluruh pelajar di Kabupaten Bogor nomor satu dan jadi perioritas utama. Maka Pemkab Bogor untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan dan kebijakan dunia pendidikan di Kabupaten Bogor,” tegas Pria yang akrab disapa H. Agus.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dengan sejumlah instansi terkait untuk berkolaborasi secara optimal dalam merumuskan metode pembelajaran mudah bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Bogor. Selain metode pembelajaran secara online atau media daring, dengan kondisi tifologi dan masyarakat yang heterogen. Masih banyak daerah yang blank spot, tidak ada listrik, dan lainnya.

“Sistem pembelajaran secara online untuk wilayah Kecamatan Cibinong dan sekitarnya mungkin masih oke. Tetapi bagaimana dengan sejumlah wilayah lainnya di Kabupaten Bogor. Ini menjadi tantangan besar, kami terus mendorong beberapa dinas pendidikan dan dinas terkait untuk memperkuat sistem dan metode pembelajaran yang bisa dirasakan semuanya,” ungkapnya.

Agus Salim melanjutkan, selain penerapan sistem pembelajaran berbasis online. Ia juga berharap sistem pembelajaran dilakukan melalui jemput bola. Terutama di wilayah blank spot, sehingga pemenuhan hak pendidikan kepada seluruh pelajar di Kabupaten Bogor bisa merata dan optimal. Bukan hanya masyarakat, tetapi ada sejumlah sekolah yang memiliki ketidak mampuan dalam menerapkan metode pembelajaran secara online. Akhirnya menurunkan partisipasi anak untuk belajar dengan baik.

“Ini tantangan yang harus bisa kita lalui, secara kondisi dilapangan, permasalahan sinyal, dan ketidakmampuan masyarakat. Maka perlu solusi, diharapkan anggaran yang digeser untuk penanganan covid-19 ini, bukan hanya ekonomi dan sosial. Tetapi ada anggaran khusus pendidikan sehingga teknologi informatika pendidikan di Kabupaten Bogor optimal, juga untuk kesejahteraan tenaga pendidik yang maksimal melakukan metode pembelajaran jemput bola. Anggarannya jangan sampai digeser dan diotak-atik, justru itu penanganan dampak covid-19 dunia pendidikan,” imbuhnya. (bog)