by

Eiger Group, Tolong ya Jangan Merugikan Petani Penggarap

Hallobogor.com, Megamendung
Rencana akan dibukanya tempat wisata oleh Eiger Adventure di Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung membuat puluhan penggarap yang ada di blok Leumahnendet kini merasa bimbang.

Pasalnya, langkah yang dilakukan pihak Eiger untuk mengambil 31 hektar lahan yang digarap oleh masyarakat sejak puluhan tahun itu hingga kini belum ada kejelasan terhadap pembayaran lahan yang digarap oleh masyarakat.

Kebimbangan yang dirasakan penggarap kian menjadi manakala pihak Eiger melakukan pematokan dengan menggandeng anggota TNI berseragam.

Informasi yang dikumpulkan, beberapa buruh tani atau penjaga kebun sudah diberi uang senilai 4,5 juta. Hal itu menjadikan para pemilik lahan garapan menjadi resah.

“Rencana akan dibukanya tempat wisata oleh pihak Eiger itu hal yang positip untuk meningkatkan perekonomian masyarakat disini. Namun, untuk penguasaan lahan milik para penggarap jangan sampai semena mena,” ujar Yana, salah seorang pemilik lahan garapan.

“Karena, para penggarap disana sudah menguasai pisik sejak 20 tahun lalu. Jadi, bayarlah dengan hal yang wajar dengan duduk bersama para pemilik garapan,” tambahnya.

Sementara itu, menurut keterangan Kepala Desa Sukagalih, A. Sudarman, pihak Eiger akan membuka wisata diatas lahan 250 hektar milik TNGP dan 31 hektar lahan garapan masyarakat.

“Ya itu rencana sejak lama yang akan dilakukan oleh Eiger. Lahan yang akan dipergunakannya 250 hektar lahan TNGP dan 31 hektar tanah pertanian yang digarap oleh masyarakat,” tuturnya. (dang).