by

Gubernur Lantik 318 PNS di Lingkungan Pemda Provinsi Jabar

Hallobogor.com, Bandung – Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil secara simbolis melantik 318 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat.

Dalam acara yang digelar di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Jumat (18/09/20), gubernur melakukan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara terhadap lima orang perwakilan PNS yang dilantik, sementara lainnya menyaksikan secara virtual.

Sebanyak 318 PNS yang dilantik ini menempati jabatan baru sebagai pimpinan tinggi pratama, pengawas, dan fungsional. Mereka terdiri dari Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Drs. H. Dady Iskandar, M.M. serta para guru ahli utama dan muda, pengawas sekolah dan tata usaha sekolah.

“Ini rutinitas, melantik pejabat fungsional, struktural, dan pejabat tinggi. Khusus untuk Kadisdukcapil karena harus ada tambahan izin dari Kemendagri, suratnya baru turun dan dilantiknya sekarang berbarengan, total ada 318 orang yang dilantik,” katanya.

Gubernur berpesan, para PNS yang dilantik, agar mereka tetap produktif dan melaksanakan kewajibannya meskipun sebagian harus bekerja dari rumah akibat pandemi Covid-19.

“Ada penyesuaian dari cara kita kerja sekarang, sebagian di rumah. Oleh karena itu saya titip gaya hidup baru ini jangan mengurangi produktivitas dan hal-hal yang sifatnya menjadi kewajiban pekerjaan,” ucapnya.

Kepada para guru yang dilantik, Gubernur meminta mereka harus bisa melanjutkan tongkat estafet peradaban sehingga pendidikan bukan hanya urusan lulus dan mudah mencari kerja.

“Kenaikan jabatan berbanding lurus dengan tantangan dan tanggung jawab. Sebagai abdi negara, menjaga integritas pun menjadi keharusan. Pelayanan kepada masyarakat juga harus dilakukan dengan sepenuh hati dan ikhlas. Niatkan pengabdian sebagai PNS hanya untuk melayani masyarakat, bukan mencari kekayaan dengan cara-cara yang tidak semestinya,” tegasnya.

Gubernur juga meminta para PNS untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman sebagai bentuk profesionalisme, termasuk juga di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Tingkatkan profesionalisme karena zaman sudah berubah, maka harus beradaptasi dengan situasi baru. Rajinlah belajar lagi khususnya memahami dunia digital 4.0 di segala aspek,” imbuhnya. (jbr)