by

Gunung Gadung Menjadi Saksi Bisu Keruntuhan Kerajaan Pajajaran

Hallobogor.com, Bogor Selatan – Gunung Gadung adalah nama tempat yang terletak tidak jauh dari lokasi ditemukannya prasasti Batutulis.

Dalam pantun Bogor berjudul “Dadap malang sisi Cimandiri” disebutkan bahwa Gunung Gadung pernah menjadi tempat pelarian Putri Purnamasari, Kalang Sunda, dan Kumbang Bagusetra menghindari serbuan Laskar Banten.

Gunung Gadung merupakan sebuah daerah perbukitan yang masuk dalam wilayah Rancamaya.

Baca : Ini Dia, Sejarah Tentang Pakuan Menurut Berbagai Versi dan Referensi

Dari ketinggian bukit Gunung Gadung itulah, Putri Pajajaran yaitu Putri Purnamasari dengan Kalang Sunda dan Kumbang Bagusetra menyaksikan dengan pilu bagaimana dahsyatnya kobaran api yang melahap habis lima bangunan keraton Pakuan Pajajaran.

Baca juga : Ini Dia, Sejarah Tentang Pakuan Menurut Berbagai Versi dan Referensi

Bahkan rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar keraton pun tak lupus dari pembumihangusan yang dipimpin oleh Jayantea.

Gunung Gadung menjadi tempat pelarian Putri Pajajaran dan para santana dari kejaran musuh. Dalam perjalanan menuju daerah pakidulan (pantai selatan) mereka juga kerap melakukan perlawanan.

Baca juga : Kisah, Cerita, Sejarah, dan Fakta Seputar Kerajaan Pajajaran dan Prabu Siliwangi

Carita naskah yang lebih tua menyebutkan bahwa Gunung Gadung menjadi tempat bersemayamnya salah seorang Raja Sunda.

Namun banyak kalangan berpendapat bahwa daerah yang dimaksud bukanlah bernama Gunung Gadung tapi Gunung Samaya yang memiliki arti sama dengan Gadung.

Di daerah tersebut konon menjadi tempat bersemayamnya eyang Prabu Susuktunggal atau Prabu Haliwungan Raja Sunda. Demikianlah, seperti dikutip Sejarahbogor.com. (*)

Oleh : Aries Munandi, Owner Sejarahbogor.com

Napak Tilas Karuhun : Punya kisah dan cerita seputar Kerajaan Pajajaran dan Prabu Siliwangi atau ingin meluruskan sejarah — jika ada koreksi. Atau punya versi lain, karena bisa jadi cerita berasal dari mulut ke mulut secara turun-temurun. Tulis dan kirimkan kepada redaksi kami. Haturnuhun.