by

Horee, Ojol Diijinkan Beroperasi Lagi. Sudah Tahu Syaratnya?

Hallobogor.com, Bogor Tengah – Pemerintah Kota Bogor akan mengizinkan ojek online (ojol) beroperasi membawa penumpang di wilayah Kota Bogor, mulai Senin (6/7/2020), tapi dengan persyaratan harus menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, sebelumnya mereka sudah diinformasikan untuk datang ke kantor Balaikota agar Wali Kota dan Wakil Walikota melihat mereka untuk bisa diaktifkan kembali untuk itu ada pengecekan terlebih dahulu untuk kesiapannya, setelah lebih dulu berkoordinasi adalah Go-jek.

“Hari ini dari Grab bertemu Wakil Walikota yang juga selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor untuk melaporkan bahwa mereka sudah siap, bahwa pada hari Senin akan berkumpul di Dishub Kota Bogor untuk menyamakan persepsi dalam bentuk komitmen bersama”, kata Eko usai melakukan pertemuan dengan Wakil Walikota dan pihak Grab, pada Sabtu (04/07/2020) di Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Tengah.

Baca : Ojol Boleh Angkut Penumpang, Hotel Diijinkan Selenggarakan Kegiatan

“Kita harus saling menjaga jangan sampai ada bentuk pelanggaran di lapangan, jangan bergerombol atau berkumpul dan mereka harus bertanggung jawab. Untuk itu akan di torehkan dalam bentuk kontrak bersama,” tambahnya.

Sedangkan untuk shelternya sendiri belum disiapkan, lanjut Eko, tapi ada beberapa pembangunan shelter yang direncanakan di Jalan Mayor Oking untuk Grab dan Go-jek dengan posisi bersebrangan, sementara untuk ojek-ojek lainya akan diatur agar jangan berkerumun, nantinya ada himbauan berupa surat edaran Surat Keputusan (SK) Dishub boleh melakukan aktivitas nya kembali tapi dengan catatan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Sementara dari pihak Grab Reka Gayantika selaku Head Of Suply Management Grab Indonesia, menyampaikan bahwa, yang disampaikan ketua Gugus Tugas Kota Bogor akan mengijinkan layanan grab bike di kota Bogor, tapi ada beberapa persyaratan yang di amanatkan ke pihak Grab, antara lain, jam operasional tidak boleh 24 jam dan harus menjalankan protokol kesehatan walaupun itu sudah kami lakukan.

“Grab juga kini sudah mempunyai cleaning station, dimana driver bisa membersihkan kendaraannya dengan disinfektan, mengukur suhu tubuh driver, dan juga membagikan Covid kit, yang didalamnya ada handsanitizer, masker dan disinfektan, serta ketika akan beroperasi akan dibagikan hairnet,” ujar Reka Gayantika.

Reka juga mengatakan, ada perbedaan pengoperasian Grab bike kali ini, yakni Grab bike protec yaitu dalam pelayanan nya Grab itu menggunakan partisi pembatas atau sekat dengan design yang sudah didiskusikan dengan Kementrian Perhubungan dan KNKT.

“Hal tersebut meskipun tidak berjarak tapi ada batas antara pengemudi dengan penumpang, dengan bahan dasar (frame) dari besi dan plastik PVC tebal namun bisa dilipat untuk efesiensi pengendara ketika melakukan pelayanan Grab food,” jelas Reka.

Untuk waktu mulai operasional nya seperti yang dikatakan Kadishub tadi adalah tanggal 6 Juli, namun kita menunggu aturan nya keluar dan dari Grab sendiri sudah siap. Tandasnya. (dns).