by

Pandemi Covid-19, Irigasi Tidak Terawat dan Jalan Alternatif Rusak Parah

Hallobogor.com, Cisarua – Dampak pandemik covid 19 sangat besar kerugian bagi masayatakat. Selain nyawa menjadi korban, ekomomi yang jadi terpuruk, sektor pembangunan pun tidak luput dari korbannya.

Seperti, anggaran untuk pembangunan seperti untuk jalan dan saluran irigasi, di tahun 2020 ini akan stagnan dengan kondisi fisik yang ada. Bahkan, kalaupun dianggarkan untuk pembangunan tersebut hanyalah 25 persen yang akan ditangani.

Salah satu contoh, untuk penanganan saluran irigasi yang diawasi oleh UPT. Pengairan wilayah Ciawi, dari jumlah penanganan yang sudah ditentukan di tahun 2020 ini akan mengalami penundaan untuk pelaksanaannya.

“Ada sejumlah kegiatan penanganan yang tertunda akibat wabah korona. Dan itu akan berdampak kepada kondisi fisik saluran irigasi di lapangan,” ujar Dedi Junaedi, petugas UPT. Pengairan Ciawi beberapa waktu lalu.

Sementara itu, kondisi saluran irigasi di wilayah Cisarua memang terpantau kini tidak terawat. Akibatnya, warga melakukan kepedulian dengan memperbaiki dan membersihkan saluran irigasi yang melintas di wilayah Cidokom, Desa Kopo, Kecamatan Cisarua.

“Kita selaku warga memaklumi dengan kondisi seperti ini. Pemerintah Kabupaten Bogor tengah berjuang melawan virus korona. Dan sudah pasti ini akan berdampak kepada sektor pembangunan. Dengan demikian, kita dan teman teman melakukan pembersihan saluran irigasi di Cidokom itu. Karena, saluran tersebut airnya sangat diperlukan oleh masyarakat,” tutur Kohar.

Bukan hanya saluran irigasi saja yang kian merana. Kerusakan jalan alternatif Cikopo Selatan pun semakin parah. Di titik Kampung Doyong, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, kondosi badan jalannya mengalami kerusakan yang cukup berat. Untuk mengurangi kerusakannya, warga sekitar secara sukarela menambalinya dengan semen dan puing-puing bangunan. (dang)