by

Jalan Terjal Wawan Hikal Mempersatukan Kader Golkar Kab. Bogor

Hallobogor.com, Kabupaten – Terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Bogor melalui proses Musyawarah Daerah (Musda) X, 7 Agustus 2020 lalu, tak lantas membuat jalan politik Wawan Hikal Kurdi mulus.

Tugas berat yang harus diselesaikan adalah mempersatukan suara yang terpecah akibat proses peralihan kepimpinan di DPD. Tidak hanya itu, putra anak mantan kepala desa ini juga harus menghadapi ujian berat, apakah mampu mengakomodir suara kader, khususnya yang berada di wilayah Bogor Barat—basis Ketua DPD Golkar Kabupaten Bogor sebelumnya, Ade Ruhandi alias Jaro Ade.

Belum lagi kerikil tajam akibat “perseteruan” dengan rivalnya Nur Amin dengan gerbong kader yang tak bisa dianggap kecil.

Dihubungi Hallobogor.com dalam perjalanan keluar kota, Wawan Hikal berjanji akan mengakomodir semua aspirasi kader Golkar.

“Proses politik di Musda X sudah selesai. Tidak ada yang ke kanan dan ke kiri. Yang ada hanya satu, DPD Golkar Kabupaten Bogor,” tegas mantan anggota DPRD Kabupaten Bogor dua periode ini.

Bagi Wawan, saat ini DPD Golkar Kabupaten Bogor harus lebih dinamis, lebih terbuka dan harus bisa meng- akselerasi seluruh elemen.

“Tantangan ke depan harus bisa disikapi semua kader. Apalagi dalam menghadapi resesi ekonomi seperti sekarang, menjadi tugas kita bersama-sama untuk membantu masyarakat dalam memulihkan kondisi perekonomian saat ini,” tambah Wawan.

Sebagaimana diketahui, dalam Musda X yang berlangsung di lokasi pengungsian korban bencana di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Wawan Haikal Kurdi atau yang akrab disapa  Wanhai terpilih secara aklamasi sebagai ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bogor periode 2020-2025.

Aklamasi ini dipilih karena rivalnya Nur Amin mengundurkan diri jelang Musda akan digelar.

Sementara itu Direktur Eksekutif Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Yusfitriadi menilai terpilihnya Wawan Hikal sudah tepat. Ini menjadi bentuk kompromi sebagai cerminan partai dewasa dan modern.

Apalagi faktanya, Jaro Ade yang selama ini  sangat melekat dengan Golkar Kabupaten Bogor sehingga PK-PK Golkar se-Kabupaten Bogor masih banyak yang menghendaki JA, tak lagi memungkinkan maju karena AD/ART, dimana Jaro Ade sudah dua periode menggawangi DPD Golkar Kabupaten Bogor.

Sosok Wawan Haikal, menurut Yusfitriadi, merupakan kader partai Golkar yang sudah senior dan mapan dalam percaturan dinamika politik Golkar di Kabupaten Bogor.

Kematangan Wawan Haikal di partai Golkar, selain berproses kaderisasi secara baik, juga sudah lebih dari satu periode menduduki anggota legislatif di Kabupaten Bogor.

Oleh sebab itu, dengan terpilihnya Wawan tentu akan memiliki warna baru di tubuh partai Golkar Kabupaten Bogor. Warna baru yang dimaksud, akan lebih kuat membangun sinergitas dengan semua parpol termasuk dengan pemerintahan eksekutif di Kabupaten Bogor.

Visi Wawan Haikal untuk tidak memelihara warisan berhadapan dengan dengan eksekutif merupakan visi kedewasaan dan kematangan partai Golkar di bawah kepemimpinannya.

“Karena sebagai partai besar di Kabupaten Bogor, Golkar akan sangat mempengaruhi maju dan mundurnya kinerja pemerintahan di Kabupaten Bogor,” paparnya.

Dalam jangka panjang, menuju pilkada 2023, sudah hampir dipastikan terpilihya Wawan Hikal untuk memimpin golkar lima tahun ke depan, merupakan modal besar untuk maju merebut panggung pada pilkada 2023, baik sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati.

Dengan DPP Partai Golkar merekomendasikan Wawan Hikal untuk memimpin Golkar di Kabupaten Bogor, maka sudah merupakan angin segar sebagai rekomendasi maju di pilkada 2023. (adi)