by

Kadis PUPR Kab. Bogor akan Cek Kebenaran soal Dugaan Pungli

Hallobogor.com, Cibinong – Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bogor, Subiantoro merespon positif informasi dugaan pungutan liar di instansi yang menjadi tanggung jawabnya.

Kadis PUPR itu menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait dugaan pungutan liar yang dialamatkan kepada Bidang Irigasi dan Sumber Daya Air.

Pengecekan itu penting agar dirinya memiliki landasan yang cukup kuat untuk melalukan teguran, karena sebagai pimpinan dirinya harus arif dan bijaksana.

Baca : Pengusaha Rekanan Blak-blakan soal Dugaan Pungli di Instansi Ini

“Baik akan saya cek dahulu kebenarannya, dan saya sebagai Kepala Dinas harus arif, tidak boleh menegur tanpa dasar yang kuat. Nanti Saya malu kalo di-kick balik,” katanya kepada Hallobogor.com — Hallo Media Network, Kamis (20/8/2020)

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pengusaha rekanan Dinas PUPR asal Cisarua, Jonarudin, tidak memungkiri adanya desas-desus itu, bahkan bukan sekedar isu.

Kepada wartawan, dia mengaku kerap mendapat perlakuan seperti itu, ketika mendapat paket pekerjaan dari Pemkab Bogor. Artinya, dugaan pungutan terhadap rekanan penyedia barang dan jasa tersebut, nyata.

Begini, Modus Punglinya

Jonarudin memaparkan, yang pertama, dilakukan pada saat pengambilan papan proyek dan buku tamu, di mana penyedia barang dan jasa dikenakan biaya sekitar Rp 3 (tiga) sampai 5 (lima) juta rupiah per paket.

Kedua, adalah pada saat dilaksanakannya PLB dengan tim, di mana penyedia jasa diharuskan menyediakan dana yang tidak sedikit.

“Adanya perubahan administrasi berdasarkan hasil PLB yang terkesan sengaja diciptakan, untuk mendapatkan objekan dalam pembuatan administrasinya,” katanya.

Seperti shop drawing dan as built drawing hingga addendum, dan biaya pencetakan buku kontrak yang membutuhkan biaya sekitar Rp 3 (tiga) sampai 5 (lima) juta per paket.

“Selain berbagai pungutan tersebut telah mengharuskan penyedia barang dan jasa untuk merogoh kocek lebih yang dalam lagi,” ungkapnya. (wan)