by

Kandidat Ketua PHRI Garut Harus Punya Performance Menciptakan Ide

Hallobogor.com, Garut – Tokoh pariwisata Kabupaten Garut, Jawa Barat Ato Hermanto menginginkan figur calon Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Garut mendatang harus sosok yang benar-benar menjiwai entertaint. Bisa memecahkan masalah, lebih kreatif, dan punya inisiatif yang kuat.

“Kalau hanya menjalankan yang sudah ada, anak kecil juga bisa. Ketua PHRI mendatang harus lebih “gila”. Bisa melahirkan sesuatu yang baru dalam mengembangkan dunia pariwisata. Karena kunci keberhasilan membangun organisasi yang mengayomi hampir seluruh komponen pariwisata harus orang-orang yang punya jiwa progresif,” kata Ato ketika dihubungi Hallotasik.com — Hallo Media Network, Selasa (11/08/2020).

Menurut Owner Dodol Picnic ini, PHRI adalah organisasi yang memiliki concern (perhatian) terhadap keberlangsungan dunia usaha hotel dan restoran. Termasuk kafe dan kedai yang menjamur saat ini.

Oleh sebab itu, kata dia, harus membawa perubahan yang mendasar pada perkembangan dan pembangunan pariwisata. Pasalnya, geliat pertumbuhan usaha tersebut ruhnya terletak pada kemajuan pariwisata.

Untuk itu dia berharap, ketua dan rengrengan pengurus PHRI ke depan dapat menjalin sinergisitas  dengan semua pihak.

Sekretaris Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Garut Tanto Sudianto Rieza. (Foto:Ist)

Terutama potensi-potensi SDM unggul sehingga dapat memberikan arah yang jelas pada kemajuan organisasi serta kemajuan menjalankan peran kemitraan dalam capaian yang nyata.

Ditambahkan Ato—yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Industri Pariwisata,Hotel dan Restoran kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat ini, Kabupaten Garut saat ini sedang menuju transportasi industri pariwisata.

Banyak potensi pariwisata yang bisa digali dan menjadi unggulan destinasi, tidak saja bagi Provinsi Jawa barat, namun juga secara nasional.

“Makanya, tadi saya sebutkan, kalau Ketua PHRI mendatang bukan orang yang benar-benar bisa fokus pada organisasi, susah nanti. Apalagi ditengah pandemi seperti sekarang tentu dibutuhkan orang-orang yang totalitas, tidak setengah-setengah,” tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Garut Tanto Sudianto Rieza mengatakan, bahwa pihanya berencana akan menggekar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk  kepengurusan periode 2020-2024 pada akhir Agustus ini.

Seperti diketahui untuk pengerusan PHRI Garut periode 2016-2020 telah berakhir lima bulan yang lalu sehingga harus seger dilakukan pemilihan kepengurusan yang baru.

“Saat ini, kami  tengah melakukan komunikasi dan koordinasi untuk melakukan (Muscab). Tentu karena masih berada di tengah pandemi, protokol kesehatan akan kita terapkan dalam acara tersebut,” jelasnya.

Tanto mengemukakan, eksistensi PHRI di tengah Corona Virus Disease (Covid-19) sangat penting. Oleh karena itu, Muscab harus segera digelar agar tidak terjadi kekosongan kebijakan yang berdampak pada pelayanan anggotanya. Terutama sektor Hotel dan Restoran sebagai aspek yang kena dampak cukup berat.

Sementara itu, diihari yang sama Ketua Asosiasi Kafe dan Restoran (Akar) Garut, Tika Rudiana mengungkapkan pandemi corona cukup berdampak hebat terhadap para pengusaha hotel dan restoran. Hal ini terasa dengan turunnya omzet atau pendapatan.

“Omset kita  terjun bebas menembus angka 90 persen. Banyak hotel dan Restoran terpaksa merumahkan karyawan. Bahkan, sejumlah hotel tutup,” kata Tika.

Tika pun berharap, pelaksanaan Muscab  ini akan membawa angin segar untuk menjembatani permasalahan yang kini tengah dihadapi anggota PHRI.

Terutama dukungan pemulihan usaha ditengah berjalannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal yang sangat memerlukan dukungan regulasi Pemerintah Daerah (Pemda).

“Saya harap, pelaksanaan Muscab tidak molor. Siapapun nanti yang terpilih, Kami akan mendukungnya,” tegasnya. (adi)