by

Kejari Kota Bogor Musnahkan Barang Bukti Kejahatan dari 112 Perkara

Hallobogor.com, Kota – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor melakukan pemusnahan barang bukti dari hasil 112 perkara kejahatan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap atau Inkracht di Halaman Kantor Kejari Kota Bogor, Kamis (23/07/2020).

Barang bukti yang dimusnahkan, seperti Uang Palsu, Narkotika, Paracetamol Palsu, Senjata Tajam (Sajam), dan Gawai merupakan barang bukti yang sudah dikumpulkan sejak Desember sampai Juni 2020.

“Karena situasi Covid-19 saat ini, jadi kami gelar acara pemusnahan ini secara sederhana disaksikan Sekretaris Daerah Kota Bogor selaku Ketua BNN Kota Bogor,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor, Bambang Sutrisna.

Bambang mengatakan, barang bukti sajam ini berasal dari tawuran antar SMA beberapa waktu lalu. Pada saat itu pihaknya langsung memberikan pemahaman kepada siswa terkait hukum membawa Sajam merupakan bentuk pelanggaran pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“Sebelum Pandemi Covid-19 juga Kejaksaan sudah masuk ke sekolah untuk memberi edukasi dan pemahaman kepada siswa siswi tak hanya soal pelanggaran Sajam juga tentang bahaya narkoba,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan, dari pemusnahan barang bukti ini ada dua hal yang didapat. Yakni keseriusan Aparat Penegak Hukum (APH) dari kejaksaan dan kepolisian dalam penanganan narkoba, dan tawuran sekaligus memberikan edukasi ke masyarakat di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Kami ucapkan terima kasih kepada kepolisian dan kejaksaan yang telah melakukan berbagai upaya penegakan hukum di Kota Bogor,” imbuhnya.

Ia menambahkan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bogor saat ini sedang melakukan koordinasi dan kolaborasi untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Narkoba di tingkat Kecamatan. Satgas ini bisa berisi dari kalangan kepolisian, kejaksaan, aparat wilayah termasuk Tim Penggerak PKK. Satgas ini juga sekaligus menjadi Agen dalam menyampaikan edukasi, mempersempit peredaran narkoba dan melaporkan kondisi di lapangan. (bgr)