by

Kekerasan pada Perempuan Meningkat, NU Kab. Bogor Desak Sahkan RUU PKS

Hallobogor.com, Cibinong – Sebagai bentuk perhatian atas meningkatnya kasus kekerasan seksual yang menimpa perempuan dan anak, Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Bogor menggelar Webinar bertajuk “RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), Urgensi di Tengah Alotnya Legislasi”

“Pengurus Cabang (PC) Fatayat Kabupaten Bogor menggaungkan desakan pengesahan RUU PKS serta ingin bersama-sama belajar memahami urgensinya dengan menyelenggarakan Webinar ini,” kata Ketua panitia acara, Intan Rizqi Lestari.

Kepada wartawan, termasuk Hallobogor.com — Hallo Media Network (HMN), di Cibinong, Minggu (23/ 08/20), Intan menjelaskan bahwa kegiatan ini tercetus melihat maraknya korban kekerasan seksual.

“Saat ini, kasus kekerasan seksual marak terjadi. Berita-berita terkait kekerasan baik terhadap perempuan dan anak berseliweran di media. Di antaranya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan pegawai kedai kopi ternama kepada pelanggannya, dan kasus lainnya,” katanya.

“Jumlah kasus kekerasan yang mencapai ratusan ribu ini selayaknya menjadi pertimbangan pentingnya pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS),” imbuhnya.

Menurutnya, dari data yang ada dikutip dari hasil catatan tahun 2019 Komnas Perempuan, fenomena kasus kekerasan seksual terhadap perempuan meningkat setiap tahunnya. Terdapat 406.178 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani selama tahun 2019.

Namun, realitasnya, pembahasan RUU PKS seringkali diwarnai kontroversi, baik di kalangan masyarakat maupun di tingkat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Sehingga, sampai saat ini proses legislasinya mandek bahkan dicabut dari Prolegnas.

Kegiatan yang digelar via aplikasi zoom meeting ini menghadirkan tiga Narasumber yang kompeten mulai dari legislator, praktisi hingga akademisi. Di antaranya, Anggota DPR RI Komisi VIII KH. Maman Imanulhaq, Bidang Advokasi Rumah Perempuan dan Anak (RPA) Wulansari dan Founder KGI sekaligus Dosen PTIQ Jakarta, Dr. Nur Rofiah. Bil. Uzm.

Webinar yang bekerjasama dalam publikasi dengan NU Online dan Channel 164 ini diikuti peserta baik dalam negeri maupun luar negeri di antaranya dari Australia hingga Argentina,” pungkasnya. (wan)