by

Ketua BPPD Ingin Calon Sekda Kota Bogor Paham Pengembangan Destinasi

Hallobogor.com, Bogor Tengah – Pelaku industri pariwisata Kota Bogor menginginkan calon sekretaris daerah (Sekda) yang akan mendampingi wali kota dalam melaksanakan program pembangunan mendatang mengerti dan paham terhadap pengembangan destinasi.

“Secara tekstual dan prinsipal sekda harus mampu menjalankan visi pariwisata. Apalagi Wali Kota Pak Bima Arya sudah memfokuskan Kota Bogor sebagai salah satu tujuan destinasi di Indonesia,” kata Ketua PHRI Kota Bogor, dr Yuno Abeta Lahay ketika dihubungi, Kamis (30/7/2020).

Menurut Yuno, Sekda mendatang wajib paham pariwisata, karena sektor pariwisata selama ini sebagai penunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar.

Baca : Akhir Bulan Kota Bogor akan Punya Sekda Baru, Siapa? Ikuti terus Beritanya

“Akibat adanya pandemi corona, PAD Kota Bogor saat ini berkurang jauh. Oleh sebab itu, dibutuhkan sosok sekda yang bisa juga punya semangat mengembalikan itu semua,” lanjut Yuno—yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) ini.

Sementara itu, Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Bogor, Jawa Barat, membuka lowongan seleksi terbuka bagi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bogor yang memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai calon Sekretaris Daerah Kota Bogor.

Ketua Panitia Seleksi Calon Sekretaris Daerah Kota Bogor, Aba Subagja, melalui pernyataan tertulisnya, di Kota Bogor, mengatakan, seleksi calon Sekretaris Daerah Kota Bogor terbuka bagi semua pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bogor yang memenuhi syarat.

Adapun persyaratan yang ditetapkan Panitia Seleksi adalah, pertama, pegawai negeri sipil (PNS) aktif dengan pangkat/golongan ruang paling rendah pembina tingat I atau IV/b.

Kedua, telah menduduki minimal dua jabatan pimpinan tinggi pratama serata eselon II.b atau jabatan fungsional ahli madya, dengan masa kerja jabatan strukturral secara kumulatif minimal dua tahun serta jabatan fungsional minimal dua tahun.

Ketiga, telah mengikuti dan lulus pendidikan dan latihan kepemimpinan tingkat II untuk pejabat struktural setara eselon II.b serta telah lulus pendidikan latihan teknis/fungsional bagi pejabat fungsional.

Keempat, berusia maksimal 56 tahun pada 1 Oktober 2020 dan berpendidikan paling rendah sarjana atau diploma IV.

Kelima, memiliki pengalaman jabatan dalam bidang tugas yang terkait dengan jabatan yang akan diduduki secara kumulatif minimal lima tahun, serta memiliki penilaian prestasi kerja dalam dua tahun terakhir minimal bernilai baik.

Keenam, memiliki integritas yang dibuktikan dengan penandatanganan pakta integritas.

Ketujuh, tidak sedang dalam status sebagai tersangka dan/atau ditahan oleh aparat penegak hukum dan tidak pernah dipidana karena melakukan tindakan kejahatan, yang dilengkapi Surat Keterangan Catatan Kepolisian untuk pelamar dari luar Pemerintah Kota Bogor.

Kedelapan, tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang dan/atau berat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dan tidak sedang dalam proses hukuman disiplin tingkat sedang dan/atau berat, yang dibuktikan dengan surat keterangan yang ditandatangani oleh pejabat minimal setingkat administrator yang membidangi kepegawaian.

Kesembilan, sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat kesehatan dari dokter Rumah Sakit Pemerintah.

Sepuluh, mendapat persetujuan tertulis dari Pejabat Pembina Kepegawaian bagi PNS yang berasal dari luar Pemerintah Kota Bogor.

Dan, sebelas menyampaikan tanda terima LHKPN tahun 2019 bagi pelamar yang telah menduduki jabatan tinggi pratama setingkat eselon II.b dan melampirkan laporan harta kekayaan aparat sipil negara (LHKASN) tahun 2019 bagi pelamar pejabat fungsional ahli madya, serta menyampaikan bukti surat pemberitahuan pajak (SPT) tahun 2019.

Pejabat yang berminat dan memenuhi syarat, dapat mengirimkan pendaftaran secara online untuk mengikuti seleksi melalui alamat https://seleksijpt.kotabogor.go.id, pada 29 Juli sampai 21 Agustus 2020. (adi)