by

Kisah Situs Kutadani yang Sempat Hilang, di Makam Raden Wilang Natadani

Hallobogor.com, Bogor Selatan – Bogor merupakan salah satu kawasan di tatar sunda yang kaya dengan peninggalan-peninggalan yang berasal dari masa pra sejarah, masa klasik, kolonial. kawasan etnis, dan museum.

Yang paling banyak menarik perhatian adalah peninggalan dari Keraajaan Pakuan Pajajaran yang masih banyak meninggalkan kisah-kisah misteri, secara turun temurun.

Salah satunya yang adalah Situs Kutadani yang berada di dalam komplek Pusdiksi Lawang Gintung.

Baca : Situs Arca Purwakalih, Sang Penjaga Gerbang Masuk ke Kerajaan Pajajaran

Di lokasi situs ini, seharusnya terdapat benteng (kuta) terluar dari keraton Pajajaran milik Prabu Siliwangi, namun benteng tersebut sudah tidak ada lagi. Kini menjadi pembatas antara komplek militer dan perumahan warga.

Baca juga : Kisah, Cerita, Sejarah, dan Fakta Seputar Kerajaan Pajajaran dan Prabu Siliwangi

Konon di kuta  tersebut Raden Wilang Natadani meninggal dunia, saat berperang di atas benteng menahan serbuan pasukan Banten yang akan menyerbu ke keraton Pjajaran. Raden Wilang Natadani adalah patih taman Pajajaran.

Sebelum nyawanya meninggalkan raga R. Wilang mengusap usap benteng dan berkata, “Kuta, kamu harus tetap ada sampai kapanpun juga. Kamu jadi bukti bahwa Pajajaran pernah ada, disaat bukti – bukti lain Pajajaran akan hilang kamu akan selalu ada”.

Semenara itu, juru pelihara situs Kutadani, Suman (suami Ponisah) menjelaskan,  dulu di sebelah makam ada tanggul pra sejarah Kerajaan Pajajaran dan ada parit untuk berlindung yang tembusnya sampai ke kali Ciliwung yang di Bantarkemang.

Lokasi situs, dulu berada di pinggir sungai Cipakancilan yang pada tahun 1976 situs ini sempat jatuh terbawa longsor.

Beberapa tahun kemudian situs ini sempat dipindahkan ke lokasi yang sekarang berada, kemudian pada 4 Oktober 2008 dilakukan pemugaran dan diresmikan langsung oleh Walikota Bogor Drs.H Diani Budiarto Msi.

Situs sempat hilang

Beberapa waktu lalu, keberadaan situs ini sempat dinyatakan hilang, dan membuat geger warga Bogor. Beberapa media juga memberitakan hilangnya situs ini.

Bukan itu saja, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata & Ekonomi Kreatif Shahlan Rasyidi sampai mengecek langsung ke lokasi. Ternyata situs ini bukan hilang, namun pada saat itu dibawa Ki Jenggot.

Ki jenggot adalah seorang paranormal yang konon sempat bermimpi disuruh membawa dan merawat situs, karenanya selama beberapa tahun Ki Jenggot menjaga dan merawat situs Kutadani tersebut.

Namun setelah Pak Suman menunjukan surat dari Disbudpar bahwa isterinya lah juru pelihara (kuncen) resmi situs ini, barulah situs itu diberikan dan dipindahkan lansung ke kantor Disbudpar.

Situs Kutadani seluruhnya ada 2 buah, yang di simpan di kantor Disbupar adalah yang berada di kepalanya sedangkan yang berada di kakinya tidak di temukan.

“Dulu, batu situsnya persis ada di atas makam,” jelas Suman.

Apapun kisahnya, yang jelas, situs ini penting sebagai pertanda di masa lalu bahwa Bogor memiliki kebudayaan yang tinggi. (yan)

Alamat :
Komplek Pusdiksi, Rt 05 Rw 02 Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan,  Kota Bogor.

Napak Tilas Karuhun : Punya kisah dan cerita sejarah, serta peninggalan seputar Kerajaan Pajajaran dan Prabu Siliwangi? Tulis dan kirimkan kepada redaksi kami, untuk dipublikasikan di media ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.