by

Kondisi Korban Banjir Awal Tahun, Masih Memrihatinkan

Hallobogor.com, Cibinong – Peristiwa bencana banjir awal tahun 2020 yang terjadi akibat meluapnya Kali Cikeas di wilayah RW 02 Kelurahan Nanggewer masih meninggalkan duka.

Dua buah rumah yang menjadi korban, hancur dan rata dengan tanah diterjang banjir yang tinginya menyentuh 3 meter. Pemilik rumah terpaksa hidup dalam kontrakan kecil.

Masalahnya, pemilik 2 rumah itu adalah dua orang janda yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, yang harus membayar biaya kehidupannya, termasuk membayar kontrakan.

Banjir pertama tidak berhenti di situ, karena pada bulan April 2020 datang lagi banjir kedua yang merendam 40 rumah di sepanjang kali, setinggi 1,5 meter.

Menanggulangi masalah warga, warga, pihak kelurahaan, karang taruna dan beberapa ormas serta komunitas bahu-membahu untuk menggalang dana bagi para korban banjir.

“Sampai akhirnya 6 bulan kemudian mendapat bantuan dana dari BPBD Pemkab sebesar Rp 12 jt untuk membangun 2 rumah ini,” kata Ketua Panitia Penanggulangan Bencana (waktu itu) Taufik, Selasa (6/10/2020).

Menurutnya, sebenarnya pengerjaan renov sudah 90% tiba-tiba dihantam banjr kembali bangunan itu. Sehingga panitia dan warga tidak bisa berbuat apa-apa.

Ketua RW 02 Ujang Samsudin dan Staf Kelurahan Nanggewer, Sarman yang pada waktu itu terjun langsung membantu menangani para korban banjir dan penggalangan juga membenarkan penuturan Tafik.

Banjir Januari sudah lewat 10 bulan lalu, di tengah kesibukannya sebagai Lurah yang baru menjabat 1 1/2 bulan di Kelurahaan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Eva Fauziah menyempatkan diri untuk melihat korban dan bangunan yang hancur, Selasa (6/10/2020). (*/jef)