by

Konon di Tempat Inilah, Lokasi Ngahiangnya Raja Padjajaran

Hallobogor.com, Bogor Selatan – Jas merah atau jangan melupakan sejarah itulah ungkapan yang paling tepat untuk situs- situs bersejarah peninggalan Kerajaan Padjajaran. Salah satunya adalah situs Mbah Dalem yang berlokasi di pertigaan Lawang Gintung Batutulis Bogor.

Jika anda mengunjungi Situs Mbah Dalem akan bertemu dengan seorang nenek yang berusia 67 tahun yang biasa di panggil Mak Piah.

Mak Piah adalah seorang kuncen yang ditugaskan merawat dan menjaga situs Mbah Dalem, sebuah tugas yang diembannya secara turun temurun.

Baca : Situs Batu Dakon Andesit yang Penuh Rahasia, Ada di Empang

Mak Piah bercerita ada 4 kuncen yang setiap harinya menjaga situs ini, siapa sangka keempat kuncen tersebut rupanya masih bersodara d imana sesepuh mereka pun menjadi kuncen.

“Jadi turun temurun orang tua saya, buyut saya dulunya kuncen di sini,” katanya.

Baca juga : Kisah, Cerita, Sejarah, dan Fakta Seputar Kerajaan Pajajaran dan Prabu Siliwangi

Menurut Mak Piah, Mbah Dalem itu sesepuh atau seorang tokoh yang meyebarkan agama islam, beliau itu dalam ilmunya, dalam agamanya, dalam segalanya ungkapnya.

Mak Piah melanjutkan, pokoknya mbah Dalem ini bukan orang sembarangan, terbukti patilasannya banyak yang menziarahi. Mereka datang dari berbagai daerah dan merekapun bukan dari satu golongan tertentu mulai dari orang biasa sampai para pejabat,pungkasnya.

Di area patilasan Mbah Dalem terdapat sebuah sumur tua yang dikramatkan.
Airnya banyak diambil sebagai media penyembuhan bagi yang mempercayainya dan bagi siapa saja yang ingin hajatna terkabul.

“Mbah Dalem adalah orang yang sangat mumpuni elmunya, tapi tetap masih menjadi tanda tanya dan misteri tentang siapa sebenarnya sosok mbah dalem ini,” ujar pak Asep, seorang peziarah.

Di tempat terpisah saat di tanya tentang Situs Mbah Dalem Pupuhu Napak tilas peninggalan budaya, Kang Hendra M Astari mengatakan bahwa diamempuyai 2 hipotesa tentang Mbah Dalem ini.

Setelah di lakukan penelusuran ternyata dalam naskah sunda kuno Carita Parahiyangan ada kata “dalem” tertulis di sana, lengkapnya adalah nama tempat “sawah tampian dalem” di mana tempat ini merupakan tempat ngahiangnya (meninggal atau dikuburkan) Raja ke Empat Padjajaran yang bernama Ratu Sakti.

Sawah Tampian Dalem ini sepertinya cocok dengan lokasi mbah dalem sekarang. Sawah merujuk pada nama Kampung Sawah yang tak jauh dari mbah Dalem, Tampian ada persis di dekat mbah Dalem (sampaai tahun 2004 masih di sebut Tampian) sekarang jadi sumur tujuh, dalem ya jadi mbah Dalem.

Kang Hendra pun melajutkan hipotesa berikutnya, situs mbah Dalem itu dahulunya merupakan punden berundak tempat pemujaan zaman sebelum Islam. Hal ini di mperkuat dengan adanya undakan tanah (terasering ) di sekitar mbah Dalem, apalagi jika di lihat dari jalan Saleh Danasasmita sangat terlihat undakannya.

Sebenarnya di wilayah bogor masih banyak punden berundak peninggalan Kerajaan Padjajaran seperti Situs Natadani, Kupalandak , Gunung Batu dan lainnya.

Situs Mbah Dalem yang dari dulu hingga sekarang tetaplah sebuah cagar budaya yang harus dipelihara dan dijaga kelestariannya karena sebagai penanda kekayaan sejarah kota Bogor.

Terlepas dari itu jika datang mengunjungi situs Mbah Dalem di pagi hari dari area itu pemandangan yang terlihat sangat spektakuler gunung Salak yang menjulang dan terlihat sangat jelas juga sungai cisadane yang seolah tepat berada di bawahnya,semoga situs mbah dalem tetap terjaga lestari. (yan)

Situs Mbah Dalem
Jalan Lawanggintung Batutulis
Bogor Selatan – Kota Bogor

Napak Tilas Karuhun : Punya kisah dan cerita sejarah, serta peninggalan seputar Kerajaan Pajajaran dan Prabu Siliwangi? Tulis dan kirimkan kepada redaksi kami, untuk dipublikasikan di media ini.