by

Kurang Sarjana, Ribuan Pendidik Anak Usia Dini akan Kuliah S-1

Hallobogor, com, Cisarua – Sebanyak 9 ribu guru yang tergabung dalam Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) di Kabupaten Bogor saat ini masih belum Sarjana.

Ketua Himpaudi Kabupaten Bogor, Euis Bahyroh mengatakan, pihak nya mendorong para tenaga pendidik PAUD agar dapat menempuh pendidikan sarjana sebagai bekal dalam memberikan pendidikan pada anak usia dini,” katanya.

kepada wartawan , saat Rapat Kerja Daerah Ke – 1 Himpaudi. Masa Bakti 2019 – 2023 di Hotel Dirga, Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua.(14/09/ 20)

Euis saat Rapat Kerja Daerah Ke – 1 Himpaudi Masa Bakti 2019 – 2023 di Hotel Dirga, Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Senin (14/09/2020) menjelaskan, memiliki komitmen kuat bagaimana menjadi penerjemah dari Karsa Cerdas yang menjadi program Bupati Bogor.

“Dalam rangka meningkatkan guru PAUD tahun ini ada 400 guru yang akan ikut kejar pendidikan sarjana karena saat ini baru 30% yang berlatar belakan berpendidikan sarjana,” jelasnya.

Dia berharap, di tahun-tahun selanjutnya, ada pihak-pihak yang memberikan beasiswa kepada guru PAUD yang ada di kecamatan-kecamatan di Kabupaten Bogor ini.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Entis Sutisna menyatakan, PAUD merupakan generasi emas di mana pemerintah pusat mencanangkan di 2045 Indonesia bisa menjadi negara maju yang disegani dunia

Untuk itu, lanjutnya, perlu adanya penguatan dari segi profesional guru, kelembagaan dan kesejahteraannya yang dibahas dalam Rakerda tersebut.

“Mudah-mudahan tahun 2021 nanti, PAUD masuk ke dana Disdik sehingga mereka mendapatkan insentif perbulannya,” ujar Entis.

Sebelumnya Bupati Bogor Ade Yasin meminta guru PAUD terlibat aktif dalam pendidikan anak di usia dini sebagai usia keemasan terutama di masa pandemi ini.

Perlunya interaktif dengan para orang tua guna menimbulkan kesadaran bahwa orang tua sebagai pendidik utama bagi anak, usia dini ‘Golden Age’

“Ketika sudah dewasa, sulit dibentuk oleh orang tuanya dan akhirnya bisa beralih ke hal negatif,” pungkas nya. (wan)