by

Media Asing Soroti Masalah Kemanusiaan, Apa yang Terjadi di Cigombong

Halllobogor.com. Cigombong – Sudah hampir 5 tahun Masyarakat Kampung Ciletuh Hilir, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, masih diselimuti ketidakpastian hukum, tidak mendapatkan ganti kerugian dari mega proyek yang digarap PT. MNC Land atas dirusaknya tanaman- tanaman milik mereka. Yang notabene bekerja sebagai petani penggarap.

Entah mau kemana ikhtiar warga selanjutnya dalam mencari nafkah dan mempertahankan hidup sehari-hari. Belum lagi, dengan adanya pemagaran beton yang diduga keras tidak berijin dari warga, dilakukan oleh MNC Land, menjadikan warga pribumi seperti terasingkan.

“Sampai kepada pemindahan makam yang saat ini, belum dikembalikan 2 (dua) jenazah warga yang salah angkut oleh perusahaan. Mengerikan,” seru Anggi Triana, kuasa keluwarga dari Sembilan Bintang.

Anggi Triana mengatakan, permasalahan terus bergulir dan dinamika semakin memanas seperti gunung yang tak henti mendetumkan ledakannya setiap waktu, itulah keadaan saat ini, keamanan, kenyamanan dan rasa bahagia seakan terampas dari peristiwa itu,” katanya.

Anggi mengungkapkan, peristiwa tersebut kini telah menarik simpati dari berbagai pihak dan lembaga-lembaga, hadir guna mengekspresikan rasa simpati dan empati, mulai dari tingkat lokal, nasional.

“Fak terkecuali hingga media internasional seperti, The British Broadcasting Corporation’ (BBC) dan Washington Post‘ mereka rela datang ke Indonesia sekedar mengetahui permasalahan kemanusiaan yang terjadi dengan adanya menyeret nama pemimpin Negara adidaya yakni Donald Trump,” ungkapnya. pada Jum’ at (1/ 5/ 2020).

Media internasional itu fokus mendalami kasus kemanusiaan di tanah Kabupaten Bogor ini beranggapan bahwa masalah ini adalah kasus serius untuk disampaikan ke seluruh dunia, karena menyeret pemimpin negara Ameriia Serikat,” tambahnya.

Menurutnya, hal lain yang menarik untuk diangkat ke permukaan adalah masaĺah kemanusiaan. Bukan hanya persoalan kehilngan nyawa atau bukan, melainkan tertarik dengan kehidupan pribumi yang terisolasasi, termarjinalkan di negerinya sendiri,

“Kabar terakhir sekelas ketua DPRD saja hilang tidak ada kabar sama sekali, mengapa dan ada apa? Ini yang menjadi pertanyaan warga,” tambahnya.

Padahal sedari awal, lanjut Anggi, semangat kawan-kawan DPRD Kabupaten Bogor ini sangat baik, warga pun bersorak sora mengekspresikan kebanggaannya kepada wakil rakyat ini. Namun lagi-lagi, masyarakat tertipu dan terhanyut dalam janj-janji manisnya,

“Kami sudah mengirimkan ‘surat tindak lanjut’ ke jajaran pimpinan DPRD, dimulai ketua DPRD, Rudi Sismanto, Wakil Ketua I, Wakil Ketua II dan Ketua Komisi III. Kita lihat saja respon nya, karena mereka berjanji kepada masyarakat, sebelum bulan Rhamadhan ‘akan selesai’. Fakta nya ga sesuai.” pungkasnya (wan).