by

Mulai Hari Ini, Tidak Ada Shalat Jumat di Mesjid Raya Bogor Sampai Kondusif

Hallobogor.com, Kota – Bagi Anda yang tinggal di Bogor atau yang sering berkunjung ke Bogor pasti tidak asing dengan Mesjid Raya Bogor. Mesjid ini adalah salah satu Mesjid yang terbesar di kota Bogor dan tentunya menjadi kebanggaan warganya.

Sehubungan dengan adanya virus Covid 19 yang sedang mewabah dan membuat kita semua harus tetap waspada, begitu juga para pengurus dan pengunjung mesjid.

Untuk mencegah agar penyebaran nya tidak berkembang dan meluas Mesjid Raya Bogor telah mengatasi nya melalui Bilik Disinfektan yang ada di atas tangga depan tempat penitipan sandal dan sepatu.

Bukan itu saja, di setiap toilet dan tempat wudlu disediakan Hand Sanitizer. Dua kali dalam sehari yaitu pagi dan petang menyemprotkan cairan Disenfektan dilakukan di setiap ruangan.

Sebelum ada wabah Covid 19 jamaah yang kan beribadah masuk dari 3 pintu gerbang yaitu dari gerbang PPIB (Pusat pengembangan Islam Bogor) gerbang BAZNAZ Kota Bogor dan gerbang utama. Kini, yang dibuka hanya gerbang utama saja.

Setiap jamaah yang akan beribadah juga dicek langsung suhu tubuhnya oleh pengurus mesjid dan hari Juma’t ( 3 April 2020 ) Mesjid Raya Bogor tidak melaksanakan shalat Juma’t seperti biasanya, untuk mengikuti anjuran MUI

Semua pengajian rutin ibu-ibu maupun bapak – bapak untuk sementara ini di liburkan sampai keadaan kondusif.

Sejarah Mesjid Raya

Dalam catatan sejarahnya, masjid ini terhitung sudah lumayan tua. Dibangun pada tahun 1970 dan dinyatakan selesai tahun 1979. Pembuat desain atau arsitek gedung ini adalah FX Silaban, arsitek beragama Kristen yang taat, namun pluralis.

Frederich Silaban atau FX Silaban bukanlah nama asing bagi Indonesia. Pria kelahiran Sumatera Utara tahun 1912 ini telah menelurkan banyak karya untuk bangsanya.

Bisa disebutkan dalam daftar karyanya adalah Gelora Bung Karno dan Monumen Nasional (rancangan awal sebelum dilanjutkan RM Soedarsono). serta Makam Raden Saleh di Kota Bogor.

Mesjid Raya Bogor bukanlah bangunan mesjid pertama hasil rancangannya. Mesjid lainnya yang merupakan hasil karyanya, ialah Masjid Istiqlal di Jakarta.

Namun demikian,yang menambah istimewa dari bangunan masjid ini adalah dilengkapi dengan Gedung Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam Bogor (PPIB), dan Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bogor yang berada di depan samping kanan, serta perpustakaan umum yang ada di serambi masjid.

Meski perpustakaan yang tersedia terkesan kurang dikelola dengan baik, namun setidaknya masjid ini telah memiliki semangat untuk melengkapi sarana prasarana yang penting bagi pemberdayaan umat.

Pernah Melakukan Revitalisasi

Pada tahun 2006, masjid ini dilakukan revitalisaai (perbaikan) dimana pengerjaannya memakan waktu sangat lama dan baru diresmikan pada 16 Januari 2013. Desain dalam masjid cukup unik dan menarik dengan lampu kristal gantung tepat di tengahnya.

Setelah revitalisasi total yang menelan dana Rp 22 miliar, Masjid Raya Bogor kini memiliki satu kubah besar yang diapit dua kubah kecil, menggantikan atap masjid yang sebelumnya bergaya limasan dua tumpang. Sayang arsitektur tradisional dikalahkan di banyak masjid setelah direnovasi.

Masjid Raya Bogor seluas 4.057 m3 ini menyediakan halaman parkir yang cukup luas, yaitu +- 825 meter persegi. Sedangkan untuk tempat jemaah bersuci, disediakan fasilitas ber-wudhu seluas 176 meter persegi.,

Di dalam kompleks Mesjid Raya Bogor ini terdapat beberapa bangunan, yang menggunakan lahan terbesar adalah bangunan mesjidnya dengan lantai berukuran kurang lebih 500-600 meter persegi.

Ada balkon di sisi kiri kanan atas ruang utama dengan penopang berwarna keemasan menambah daya tampung masjid terbesar di Kota Bogor ini.

Mesjid Kebanggan Warga Bogor

Langit-langit di bawah balkon dihiasi ornamen berbentuk bintang segi delapan, dengan lampu-lampu tanam. Tembok dinding pada kiri kanan dan atas mihrab dilapis bahan semen fiber-glass yang disebut GRC Board, berhiaskan kaligrafi huruf Arab berisi petikan ayat-ayat Al-Quran serta ornamen lengkung dan garis.

Di atas lubang mihrab terdapat tulisan Arab berbunyi “Allah” dan “Muhammad” dengan dua baris kaligrafi mendatar di atasnya, dan diapit sepasang kaligrafi melingkar di kiri kanannya. Tempat imam dan mimbar khatib menjadi satu dengan bagian atasnya berhias ukiran yang menar

Satu hal unik yang bisa dilihat adalah keberadaan bangunan menara yang letaknya terpisah lumayan jauh dari bangunan utama masjid. Mnara yang berdiri cukup jauh dari bangunan utama terkesan seperti sebuah bangunan mandiri, jika saja tidak ada lorong penghubung diantara kedua bangunan.

Bagian dasar menara berbentuk segi empat tiga tingkat, dengan tingkat ketiga berukuran lebih kecil.Di dasar tiang menara masih berbentuk segi empat, dan baru di atasnya menjadi segi enam dengan ukuran semakin ke atas semakin kecil dan berakhir dengan kubah di puncaknya dimana tertancap tiang berhiaskan bulan bintang.

Menara tersebut berdiri diatas sebuah bangunan yang juga menarik.Berundak dan di penuhi berbagai lengkungan ini di pergunakan sebagai kantor BAZIS Kota Bogor.

Lebih dari sekedar itu Mesjid ini merupakan jejak – jejak atau simbol di mana ketika manusia – manusia tidak mengatakan apa agamamu dari mana kamu berasal dan apa sukumu.

Mesjid raya ini simbol ketika manusia dipandang dari apa yang perbuatnya untuk manusia lainnya, FX Silaban akan selalu menempati tempat khusus dalam hati muslim di Bogor. Hasil karyanya membuat kota ini memiliki sebuah mesjid degan arsitektur yang menawan. (yan)

Alamat : Mesjid Raya Bogor, Jalan Padjajaran No 10 Rt 02 Rw 06 Bogor Timur, Kota Bogor.