by

Mulai September, PT KA Daop 2 Lakukan Penyesuaian Perjalanan

Hallobogor.com, Bandung – PT KAI Daop 2 terus melakukan evaluasi dan menyesuaikan perjalanan KA di masa Adaptasi Kebiasan Baru yang akan . Untuk bulan September, terdapat 4 KA Jarak Jauh yang relasinya diperpendek dan penambahan 2 perjalanan KA Argo Parahyangan.

Kereta yang dipotong atau diperpendek relasinya diantaranya adalah KA Turangga, Argo Wilis, Mutiara Selatan, dan Malabar.

Kereta-kereta tersebut relasinya tidak lagi sampai Gambir atau Pasar Senen, namun diperpendek menjadi berangkat dan berakhir di Stasiun Bandung.

“Misalnya KA Turangga, yang sebelumnya  relasi Surabaya Gubeng-Bandung-Gambir pp menjadi Surabaya Gubeng-Bandung pp. KA Mutiara Selatan juga berubah relasinya menjadi Bandung – Surabaya pp Gubeng, tidak sampai Malang” ungkap Manager Humas PT KAI Daop 2 Noxy Citrea dalam keterangan persnya, Senin (31/8/2020).

Dengan penyesuaian perjalanan KA tersebut, penumpang masih bisa memanfaatkan perjalanan KA lain ke arah Jakarta yang masih tersedia. Seperti contohnya dengan menggunakan KA Argo Parahyangan, Serayu Pagi dan Serayu Malam.

Berikut penambahan  2 KA  mulai 1 September 2020 yakni;

1. KA 7001 Argo Parahyangan relasi Kiaracondong-Gambir

Jadwal keberangkatan dari Stasiun Kiaracondong pukul 15.25 WIB

2. KLB 10651 Argo Parahyangan relasi Bandung – Gambir

Jadwal keberangkatan dari Stasiun Bandung pukul 06.05 WIB

Selain dua KA baru tersebut, terdapat pula KA 47 Argo Parahyangan berangkat dari Stasiun Kiaracondong pukul 17.45 dan KA 35 Argo Parahyangan Excellence berangkat dari Stasiun Bandung pukul 04.20 WIB.

Sehingga total terdapat 4 KA Argo Parahyangan yang berangkat dari wilayah Daop 2 setiap harinya, setelah sebelumnya terdapat pengurangan jadwal perjalanan KA 37 Argo Parahyangan keberangkatan Stasiun Bandung pukul 04.55 WIB.

“Dengan demikian saat ini, PT KAI Daop 2 mengoperasikan sebanyak 18 perjalanan KA Jarak Jauh dan 52 perjalanan KA Lokal. Semoga dengan banyaknya perjalanan KA di wilayah Daop 2 ini, semakin menambah pilihan dan semakin masyarakat yang ingin bepergian menggunakan kereta api,” papar Noxy.

Pada bulan September juga masyarakat bisa menggunakan kereta api untuk bepergian ke berbagai wilayah seperti Jakarta, Cirebon, Semarang Tawang, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Tasikmalaya, Banjar, Malang, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo, dan Malang.

Protokol Kesehatan Dalam Perjalanan KA

Sementara itu, KAI tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat dalam perjalanan seperti mensyaratkan surat keterangan bebas Covid-19, wajib memakai masker, suhu tidak melebihi 37,3 derajat, dalam kondisi sehat (tidak demam, batuk, flu, dan sesak nafas), serta mengimbau pelanggan untuk memakai pakaian lengan panjang.

Layanan rapid test di Stasiun Bandung dibuka mulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00 WIB. Syaratanya mudah yakni dengan menunjukan kode booking dan biayanya Rp 85.000.

Noxy mengimbau agar calon penumpang melaksanakan pemeriksaan rapid test sehari sebelum keberangkatan. 

“Kami menghimbau agar calon penumpang tidak melaksanakan pemeriksaan pada hari keberangkatan. Hal ini penting agar tidak terburu-buru dalam melakukan rapid test dan bisa tertinggal perjalanan KA” tegas Noxy. Dengan adanya fasilitas pelayanan rapid test di Stasiun Bandung, Noxy berharap akan semakin mempermudah masyarakat untuk menggunakan kereta api. Hasil rapid test tersebut berlaku selama 14 hari. (adi)