by

Musik Karinding Relevan untuk Pendidikan Karakter Anak Muda

Hallobogor.com, Jakarta – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda sangat mendukung gagasan musik tradisi Sunda “Karinding” menjadi warisan budaya dunia tak benda oleh UNESCO. Karinding adalah alat musik tradisional Sunda dari Jawa Barat dan Banten, yang cara memainkannya disentil oleh ujung telunjuk sambil ditempel di bibir. Alat musik yang biasanya terbuat dari bambu atau pelepah aren ini termasuk dalam jenis lamelafon atau idiofon.

“Karena karinding bisa menjadi tawaran yang relevan untuk pendidikan karakter generasi muda Indonesia,” tegasnya, dalam diskusi budaya “Karinding Warisan Budaya Dunia”, di Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/9/2020). Dalam siaran pers yang diterima Parlementaria, Huda pun meminta Pemerintah untuk mendukung penuh serta memfasilitasi prakarsa masyarakat tersebut.

Jangan sampai sampai Pemerintah terjebak dalam kepentingan pasar, di mana anak-anak muda Indonesia malah disiapkan untuk menjadi buruh. “Kalau tidak ada prakarsa seperti itu dan tidak ada dukungan dari negara, saya kira kita akan memasuki dunia kegelapan,” tegas politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) ini.

Lebih jauh ia mengatakan, ada beberapa sikap obyektif mengenai karinding ini. Pertama, di masa pandemi Covid-19 ini dunia kehilangan identitas kebudayaannya.

“Kita sedang mengalami transvaluasi nilai yang luar biasa. Saya merasa karinding ini sebagai kesempatan terbaik kita untuk pemaknaan ulang terhadap semua nilai kemanusiaan termasuk dalam bernegara,” kata legislator dapil Jawa Barat VII itu.

Lebih lanjut Huda menegaskan, dalam situasi seperti inilah tradisi kebudayaan dan strategi kebudayaan benar-benar bisa dijalankan untuk memanusiakan manusia. Terlebih, saat ini hubungan antara pengetahuan dan hati nurani semakin rusak, yang bisa dibuktikan dengan penyimpangan-penyimpangan perilaku manusia.

“Anak-anak didik kita mungkin cerdas tapi kecerdasan batinnya hilang. Hari ini kebudayaan kita terpenggal-penggal, pengetahuan terpenggal dengan kebudayaannya dan kebudayaan terpenggal dengan perilaku kehidupan sehari-hari,” papar Huda.

Maka dari itu, karinding dinilainya bisa menjadi ruang yang bisa mensinergikan perilaku manusia dan relevan dalam mengarungi zaman di masa yang akan datang. (dpr)